Kenali Mental Lewat Mental Health Festival

Dalam rangka sebagai wujud meningkatkan awareness terhadap kesehatan mental, founder sehatmental.id, Ade Binarko,  menyelenggarakan acara bertajuk Mental Health Festival. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2016, Kuningan City. Pembicara yang hadir adalah psikolog Elizabeth Santosa, dr Vivi, juga seorang komposer dan aktifis untuk kesehatan mental, Bemby Noor. 

“Orang disebut sehat mental itu kalau bisa menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai manusia dengan baik, yang kedua adalah mampu beradaptasi  dengan orang lain, yang ketiga adalah orang yang punya daya tahan stressnya tinggi,” tutur psikolog yang disapa Mbak Lizzy. Psikolog ini juga menambahkan bahwa hidup itu butuh tantangan, namun bagaimana kita bisa menghadapi stress itu yang dinamakan sehat mental.

Dr. Vivi mengungkapkan pentingnya sehat mental karena sering kali orang-orang tidak merasa bahwa dirinya mengalami gangguan mental. Gejala yang dihadapi akan efek dari gangguan kesehatan mental bermula lewat fisik. Misalkan saja seperti sakit kepala yang tidak kunjung reda, mual-mual. Dr Vivi juga menambahkan bahwa ketertaikatan sakit fisik dengan psikologis saling terkait. “Orang lebih nyaman dibilang sakit fisik ketimbang sakit mental,” imbuhnya lagi.

Elizabeth Santosa mengungkapkan bahwa gangguan yang ddialami paling banyak orang adalah gangguan neurotik. Apabila seseorang sudah dalam tahap stress, mengalami sakit kepala, mual hingga menyebabkan stress akut, masuk ke dalam tahap depresi. Yang membuat seseorang akhirnya berada dalam kondisi helpless.

Bagi Bemby Noor, melalui kacamata musisi, esensi lagu itu bisa menjadi obat untuk jiwa. Ketika lagu bisa dijadikan sebagai hipnoterapi, sehingga bila ada anggota keluarga atau teman, bisa melakukan pendekatan lewat lagu yang tepat sesuai dengan kondisi jiwanya. “Nada itu merupakan keajaiban dari alam semesta,” ungkap Bemby, “Ia membentuk satu keindahan yang teratur. Tidak perlu dijabarkan tapi perlu dirasa.”

Ketika cara-cara self-healing sudah tidak dapat diberlakukan untuk mengurangi rasa gangguan psikologis, berarti harusnya mencari bantuan, bisa datang ke psikolog atau psikiater. Yang membedakan dari keduanya adalah psikiater bisa memberikan resep obat, bila gangguannya masih belum terlalu berat dan masih lewat terapi, bisa ke psikolog. Akan tetapi untuk gangguan jiwa berat itu tidak bisa hanya dengan konseling. Apabila memutuskan untuk meminta ke psikiater, dianjurkan juga untuk melakukan terapi yang berjalan. Harus adanya kombinasi antara obat dengan psikososial. – FNB | Photo: redaksi

Lifestyle Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *