Menghitung tarif airport tax Terminal 3 Ultimate

Angkasa Pura II segera mengoperasikan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam waktu dekat. Pembangunan terminal yang memiliki fasilitas lengkap dan menggunakan mengusung konsep seni budaya dan kuliner Indonesia tersebut sudah 97 persen berjalan.

Saat ini, pihak Angkasa Pura II sedang merancang besaran airport tax atau biaya passenger service charge (PSC). Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis AP II, Faik Fahmi, mengaku pihaknya sudah mengajukan besaran PSC tersebut kepada Kementerian Perhubungan.

Untuk penerbangan domestik, pihaknya mematok harga sekitar Rp125.000 per orang, sementara untuk internasional adalah sebesar Rp250.000 per orang.

Pihaknya mengaku besaran PSC yang diusulkan tersebut mengacu kepada besarnya biaya investasi pembangunan terminal dan penyediaan fasilitas lengkap yang terdapat di dalamnya. Namun, besaran ini belum dipastikan, karena belum ada persetujuan dari Kemenhub.

Sampai persetujuan keluar, Terminal 3 Ultimate masih akan menggunakan tarif Terminal 2 yakni Rp60.000 untuk domestik dan Rp150.000 untuk internasional.

Terminal 3 Ultimate memiliki kapasitas hingga 25 juta penumpang per tahun dengan luas bangunan mencapai 1,2 kilometer. Biaya pembangunan sekitar Rp6 triliun.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi dalam diskusi di Jakarta, Kamis mengatakan pengoperasi rute tersebut dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia untuk rute-rute yang dinilai padat.

“Kita akan soft opening atau shadow operation, jadi pengoperasiannya sebagian dulu, sekitar tujuh sampai sembilan rute,” katanya. Budi mengungkapkan pihaknya mendahulukan rute-rute ramai guna memecah penumpukan dan kepadatan di Terminal 2.

“Tahun ini ada peningkatan lima hingga 10 persen penumpang, kalau menumpuk di satu titik tertentu, sementara tanggal 29 ini sudah muncul kepadatan mudik, jadi harus kita perhatikan,” katanya, seperti dalam pemberitaan Antaranews.com.

Dia akan berdiskusi dengan Garuda Indonesia terkait rute-rute padat yang akan dioperasikan dalam waktu dekat ini.

Saat ini, dia mengatakan masih menunggu izin operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan pengujian operasional akhir secara riil (commissioning) dari PT Garuda Indonesia yang akan mengoperasikan baik penerbangan domestik maupun internasional.

Budi berharap 14 Juni mendatang sudah mengantongi izin operasi Kemenhub serta rampungnnya commissioning Garuda Indonesia.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Group, Benny S Butarbutar meminta PT Angkasa Pura (AP) II memenuhi standar internasional di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Permintaan itu setelah Garuda Indonesia bersama AP II dan instansi terkait lainnya melakukan uji coba.

Meski Benny tak mengungkapkan fasilitas dan sistem pendukung apa saja yang harus dikejar oleh AP II sebagai operator Terminal 3 Ultimate. Namun, permintaan itu sudah disampaikan langsung ke pihak AP II. Fasilitas dan sistem pendukung tersebut harus dipenuhi jika ingin Terminal 3 Ultimate tetap dioperasikan.
Menghitung tarif airport tax Terminal 3 Ultimate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *