Meremehkan hipertensi, fatal akibatnya

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi memang penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 (berkas PDF) prevalensi nasional untuk hipertensi sekitar 25,8 persen.

Sekitar 63,2 persen kasus hipertensi di masyarakat tidak terdiagnosis. Karena banyak pengidapnya dan tak langsung menunjukkan masalah, maka hipertensi pun dianggap sebagai sesuatu yang normal.

Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit hipertensi dapat mengganggu fungsi organ-organ lain, terutama organ-organ vital seperti jantung dan ginjal.

Sering kali orang awam meremehkan hipertensi karena penyakit ini tidak memberikan tanda-tanda yang pasti. Padahal hipertensi merupakan salah satu silent killer yang membunuh diam-diam.

Agar tidak meremehkan hipertensi, sebaiknya masyarakat mengetahui gejala awal terjadinya penyakit ini. Situs GejalaHipertensi.com memaparkan adanya 11 gejala penyakit tekanan darah tinggi, yaitu:

  • Biasanya orang yang menderita hipertensi akan mengalami sakit kepala, pusing yang sering dirasakan akibat tekanan darahnya naik melebihi batas normal.
  • Wajah akan menjadi kemerahan.
  • Pada sebagian orang akan mengalami detak jantung yang berdebar-debar.
  • Orang yang mengalami darah tinggi akan mengalami gejala hipertensi seperti pandangan mata menjadi kabur atau menjadi tidak jelas.
  • Sering buang air kecil dan sulit berkonsentrasi.
  • Sering mudah kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas.
  • Sering terjadi pendarah di hidung atau mimisan.
  • Gejala hipertensi yang parah bisa menyebabkan seseorang mengalami vertigo.
  • Orang yang mempunyai darah tinggi biasanya akan sensitif dan mudah marah terhadap hal-hal yang tidak dia sukai.

Beberapa gejala di atas adalah gejala hipertensi yang umum dialami oleh penderita darah tinggi. Jika anda mengalami gejala hipertensi tersebut sebaiknya langsung pergi ke dokter untuk melakukan pegecekan tensi darah.

Berbagai faktor bisa menyebabkan munculnya gejala penyakit tekanan darah tinggi. Seiring bertambahnya usia, risiko hipertensi meningkat. Selain itu, faktor keturunan juga memainkan peranan. Orang dengan anggota keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.

Kebiasaan merokok dapat pula meningkatkan tekanan darah sekaligus menyempitkan dinding arteri. Faktor lainnya adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan darah akan diukur oleh tubuh sesuai dengan berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.

Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.

Kadar garam yang tinggi dalam makanan. Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian akan meningkatkan tekanan darah.

Faktor lain yang memicu hipertensi adalah terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu kerusakan pada organ jantung. Sementara itu stres juga berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.

Hipertensi bisa dicegah dengan cara menghindari atau mengurangi asupan pemicu tekanan darah tinggi seperti garam, gula daging merah, kulit ayam, makanan kalengan, mi instan, Chinese food, pizza, minuman kemasan, acar, kopi, minuman bersoda, alkohol, dan makanan cepat saji.

Selain itu, hipertensi juga bisa dicegah dengan terbiasa melakukan olahraga dan menghindari stres. Cara lain mencegah hipertensi adalah dengan mengunyah kismis tiga kali sehari.

Menurut presentasi American College of Cardiology Conference seperti yang diwartakan oleh Kompas.com, mengunyah segenggam kismis tiga kali sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada mereka yang memiliki tensinya sedikit di atas rata-rata (pra-hipertensi) setelah beberapa minggu.

“Kismis kaya akan kandungan kalium, yang telah dikenal manfaatnya untuk menurunkan tekanan darah,” kata pemimpin penelitian, Harold Bays, direktur medis dari Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *