Monkey to Millionaire Sebarkan “Tular”

Grup band asal Jakarta bergenre alternative rock, Monkey to Millionaire, akan merilis album ketiganya Tanpa Koma pada akhir Februari ini. Ini adalah Album pertama mereka dalam empat tahun terakhir, dan juga album pertama band yang berdiri sejak tahun 2004 ini mengedarkan sendiri albumnya di bawah bendera Binatang Records. Sebelum album ini akan rilis pada akhir Februari, duo alternatif rock ini meluncurkan single keduanya yang berjudul Tular pada 14 Februari 2017 kemarin untuk lebih dahulu diperdengarkan ke publik sebelum peluncuran album ketiganya secara keseluruhan, setelah sebelumnya mereka juga sempat merilis single pertamanya Kekal pada Juni 2016 lalu.

Tular sendiri sepertinya akan berbeda dengan lagu Kekal  pada album Monkey to Millionaire kali ini. Tular merupakan salah satu lagu dengan tempo tercepat di album ketiga ini dengan raungan gitar, bass line yang tebal, dan ketukan drum yang lebih agresif. Itulah kenapa Tular dijadikan single pada album barunya nanti.

“Kami ingin membuat lagu dengan perpindahan kord yang cepat saja”, ucap sang bassist, Aghan Sudrajat. Karena ini adalah lagu yang berbeda maka mereka ingin memperdengarkan Tular lebih dulu untuk dicicipi. Selain hasil rembukan, soalnya musiknya memang beda dari apa yang sudah dilakukan Monkey to Millionaire di album-album sebelumnya, kata Aghan. Tular  juga merupakan salah satu lagu di Tanpa Koma yang direkam secara semi-live, dan kita dapat mendengar dengan jelas energi yang tercipta dari Wisnu (gitaris/vocal), Aghan (bassist), dan M. Rama Adibrata (additional drummer sejak 2012) saat mereka bermain dalam satu ruangan untuk rekaman.

Bertolak belakang dengan musiknya yang bising, nyanyian Wisnu Adji (gitaris/vokal) malah terdengar halus seperti berbisik, setidaknya sampai ”menyalak Tak pernah terdengar dan kau telah tertular” di bagian refrain. Mengenai cara bernyanyi ini, bassist Aghan Sudrajat mengaku, Saat itu sedang banyak mendengar Currents, albumnya Tame Impala yang baru keluar. Ia memilih untuk menyerahkan kepada para pendengar, seperti apa pandangan mereka. Namun yang jelas musik ala Monkey to Millionaire masih sangat melekat pada albumnya ini. Jadi Jangan heran jika aura singlesingle mereka ini terasa sangat kontras.

Mengenai isi Tular, Wisnu sebagai penulis lirik Monkey to Millionaire menjelaskan, Tular itu tentang orang yang tidak suka mendengar, tapi sifat tidak suka mendengar itu biasanya menular. Awalnya pasti akan kesal dengan sifat orang yang tidak suka mendengar, tapi akhirnya sifat tidak suka mendengar itu , membuat orang yang sadar akan sifat itu menjadi tidak mau mendengar dia juga.”

Monkey to Millionaire berharap, orang mau mendengar  Tular dan lagu-lagu lain yang ada di Album Tanpa Koma. “Semoga yang dengar merasa lagunya enak,” kata Wisnu.

Kalau Anda merasa lagunya enak, silahkan tularkan ke yang lain. Buat kalian yang penasaran dan menunggu tanggal  rilis Album baru mereka, bisa langsung lihat situs resmi dari Monkey To Millionaire.

Soundcloud: https://soundcloud.com/monkeytomillionaire
Facebook: https://facebook.com/monkeytomillionaire
Twitter: @monkey2mill
Instagram: @monkey2mill
www.monkeytomillionaire.com

(CNG | Photo: entertainment.kompas.com)

Lifestyle Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:30 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(648): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('transient') #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 30