Raffi dan Medsos Pajak Yang Keren

Raffi Ahmad adalah selebriti yang fenomenal di tengah jaman media sosial mendominasi alam kehidupan generasi milenial. Nama Raffi Ahmad digemari ke seluruh pelosok negeri, memberikan sihir selebritinya. Apapun yang dia lakukan menghipnotis pemirsa layar kaca. Orang terpukau, kagum, menggemari dan sebagian menjadi penggemar fanatiknya. Raffi Ahmad adalah produk dunia hiburan yang dibangun untuk menghibur kehidupan masyarakat sehari-hari. Melepaskan sebagian beban kehidupan yang berat. Layar kaca televisi dan layar smart phone yang jadi media perantaranya.

Raffi Ahmad menjadi shoh case bagi produk industri, mulai produk yang massal sampai produk yang eksklusif dan limited. Apa yang dipakai oleh Raffi Ahmad mulai dari kaos oblong sampai jaket bomber jadi pembicaraan generasi milenial pengguna media sosial. Saat generasi milenial menggunakan medsos sebagai interaksi sosial mereka dalam dunia maya, produsen juga merubah sebagian cara mereka memasarkan produknya untuk menarik minat pembeli. Ada show case di pusat perbelanjaan, ada virtual show case di dunia maya dan ada show case lewat figur terkenal seperti atlet dan artis. Raffi Ahmad masuk dalam kategori itu.

Figur selebriti seperti Raffi Ahmad yang dimanfaatkan oleh produsen dengan sangat jeli. Lalu ada importir mobil kelas atas merk Koenigsegg yang sangat mahal memasarkan mobilnya dengan memanfaatkan popularitas Raffi Ahmad dan di unggah di akun media soaial milik Raffi Ahmad untuk dipasarkan melalui kehebohan yang dihadirkan sebagai efek dari dunia media sosial dan selebriti, maka orang ramai berbicara betapa banyak koleksi mobil Raffi Ahmad sehingga awampun menakar kekayaan yang dia miliki.

Yang hebat, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui akun media sosial membuat tautan yang mengingatkan Raffi Ahmad soal kewajiban melaporkan aset mobil yang dia punya bila memang itu mobil punya dia sendiri. Tim Humas DJP yang cerdas membuat tautan tersebut sehingga menjadi berita ramai di media sosial sampai Raffi Ahmad melakukan klarifikasi langsung ke Dirjen Pajak. Klarifikasi terbuka terjadi dan saya mengapresiasi kecerdasan anak-anak muda DJP yang mengelola media sosial resmi DJP yang jeli mengelola isu membangun kesadaran generasi milenial dan masyarakat awam lainnya untuk mempunyai kesadaran dan tanggung jawab dalam membayar pajak. Bagi saya proses tersebut sangat keren, kekinian tanpa menghilangkan subtansi kewajiban perpajakan yang sebenarnya.
Menggeser isu-isu selebrasi pada kasus Raffi Ahmad menjadi isu subtansial kewajiban pajak semata adalah sebuah kenyinyiran tidak perlu yang harus dihindari.

Tidak perlu kemudian jadi perdebatan seakan Raffi Ahmad diistimewakan karena klarifikasinya langsung ke Dirjen Pajak karena selebriti harus diberikan ruang untuk selebrasi bagi ketenaran namanya dan ongkos selebrasi untuk membangun kesadaran membayar pajak dengan momentum tersebut terbayarkan. Berikan panggung pada ketenaran karena ketenaran memang butuh panggung pengharum nama. Ini bukan sebuah pengistimewaan semata. Ini cara cerdas memanfaatkan panggung yang tadinya mahal menjadi berharga murah dan irit biaya.
Dirjen Pajak juga keren karena memberikan ruang kepada anak-anak muda mengaktualisasikan kehidupan dunia milenial pada aktivitas birokrasi yang sering kaku pada aturan. Tidak mudah menjadi birokrat yang lentur pada isu-isu kekinian yang makin keluar dari pakem kehidupan.

Kalau saat ini dunia tidak adil karena orang pamer kekayaan dengan sangat nyata di dunia maya lewat akun-akun mereka di media sosial biarkanlah itu sebagai realitas kehidupan nyata yang memang tidak bisa kita lawan frontal sebagai produk peradaban. Itulah kenapa peran negara harus hadir sebagai penyeimbang kesenjangan sosial tersebut lewat pajak. Ketidak adilan yang akan menjadi adil ketika negara menjalankan peran mensejahterahkan rakyat lewat pajak yang mereka kumpulan lalu disalurkan lewat program pembangunan.

Saya ikut bangga dengan cara anak muda pajak mengelola isu membangun kesadaran membayar pajak generasi milenial.
#BayarPajakKeren

Terima kasih

 

M. Misbakhun
suka mikir yang gampangan

5 thoughts on “Raffi dan Medsos Pajak Yang Keren

  • 08/08/2017 at 17:31
    Permalink

    kereeeen, merangkul bukan membasmi… justru nanti malah ketangkap semua ikan kakap para pemilik mobil.. rafi seperti kuda troya.. jenius juga strategi djp1.. bawahannya seharusnya paham langkah djp1 satu ini.. taktis dan strategis tanpa harus kesampingkan populis.. berbeda dengan tujuan utama populis tapi malah basmi seseorang yang seharusnya bisa jadi sahabat dalam semangat menggapai penerimaan pajak demi negara yang lebih sejahtera

    Reply
  • 08/08/2017 at 17:37
    Permalink

    si admin taxmin apa skg sudah nyambi jd gosiper y?
    hati hati anda berbicara sebagai institusi resmi bukan personal, sudah bbrp kali blunder masak g kapok juga?

    Reply
  • 08/08/2017 at 20:07
    Permalink

    Saya setuju dengan pendapat bahwa ini adalah kreatifitas anak-anak DJP yang keren dalam membangun kesadaran pajak di era milenium dan nampak unsur politis yang jauh kedepan.

    Hanya membayangkan misalkan tanpa ditambahi

    “Menggeser isu-isu selebrasi pada kasus Raffi Ahmad menjadi isu subtansial kewajiban pajak semata adalah sebuah “kenyinyiran” tidak perlu yang harus dihindari.”

    Rasanya tidak perlu ada dijatuhkan.
    Karena pendapat yang berbeda itu lebih ke teknis substansi perpajakan dan penyampainya adalah praktisi yang support & kritis untuk tujuan konstruktif kepada DJP.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *