Tips membeli rumah pertama

Sebelum anda membeli rumah pertama yang sudah diimpikan , yuk kita simak hal-hal yang perlu diperhatikan berikut ini :

1. Coba review kondisi keuangan anda
Jika anda memiliki dana tunai untuk membeli properti yang anda inginkan tentunya tidak perlu terlalu khawatir tentang ini , hanya saja perhatikan apakah anda memiliki dana cadangan seandainya ada keperluan mendadak dan atau pengaruhnya terhadap cash flow usaha yang anda geluti .

Jika anda berencana mengambil melalui pembiayaan Bank , pastikan anda memiliki dana untuk down payment berkisar antara 20 – 30 % dengan buffer sekitar 10 % untuk biaya lain-lain yang akan muncul .

2. Rencanakan pembiayaannya
Jika anda berencana mengambil rumah melalui pembiayaan bank atau KPR , hal-hal yang perlu jadi perhatian antara lain :
– Pastikan anda punya loan record yang baik , tidak ada kredit macet , tidak sering telat melakukan pembayaran cicilan , karena pihak Bank akan mengecek melalui BI checking record finansial anda . Lunasi pinjaman tertunggak yang menggantung dan minta bukti surat pelunasannya .
– Besaran penghasilan yang dinilai cukup oleh pihak Bank biasanya menggunakan rasio 1:3 antara besaran cicilan berbanding besar penghasilan , jika terdapat cicilan rutin lainnya maka akan diperhitungkan
– Jika anda sudah menikah dan suami/istri juga bekerja maka penghasilan pasangan anda juga turut diperhitungkan oleh pihak Bank ( joint income )
– Data-data yang perlu anda siapkan jika bekerja/karyawan : data-data pribadi , surat keterangan kerja , rekening koran 3 bulan terakhir , slip gaji 3 bulan terakhir . Jika anda pengusaha : data-data pribadi , SIUP , TDP , SKDU , Akte pendirian dll
– Pilih Bank dengan cermat , jika anda membeli properti baru ( primary ) pilih diantara Bank yang sudah bekerjasama ( MoU ) dengan pihak developer , jika anda membeli properti secondary ( tangan kedua ) tentunya pilihan Bank akan lebih banyak , namun pastikan kesiapan legalitas rumah tersebut , apakah sertifikatnya sudah pecah dan siap dilakukan Akte Jual Beli atau belum ?

Nah , pilihan Bank tidak melulu soal bunga / interest seperti yang selalu dijadikan concern utama para customer . Pilihlah Bank yang memberikan pelayanan terbaik , yang layanan customernya cepat dan proaktif serta mudah dihubungi . Tidak melulu soal bunga karena sebenarnya jika dicermati , hitung-hitungan bunga Bank penyedia KPR yang ditawarkan tidak terlalu jauh berbeda antar satu sama lain , cermati juga soal biaya administrasi , appraisal , dll . Opsi KPR Syariah merupakan pilihan yang baik karena anda tidak perlu khawatir bunga yang melonjak saat masuk periode floating seperti KPR bank konvensional lainnya .

3. Yuk , hunting rumah !
Terdapat 2 opsi utama yang bisa menjadi pertimbangan anda yaitu membeli produk primary dari developer yang biasanya indent ( beberapa developer juga menawarkan rumah ready stock ) atau membeli rumah siap huni secondary market .

Yang harus anda pertimbangkan dalam memilih rumah yaitu :
– Lokasi , jika tujuan pembelian anda adalah untuk ditinggali sendiri pilihlah rumah yang tidak terlampau jauh dari lokasi bekerja anda , dan jikapun jauh pilih yang punya akses baik , misalnya dekat dengan stasiun kereta , dilewati jalur angkutan umum . Dan untuk anda yang rencana membeli rumah untuk investasi , coba pilih kawasan yang sedang berkembang dalam segi pembangunan dan populasi , ketersediaan lapangan kerja nantinya di seputaran kawasan , dan tentu saja aksesibilitas , baik existing maupun future plannya .
– Developer , jika anda membeli rumah primary dari developer coba pilih developer yang punya track record baik , coba pantau produk sebelumnya dari developer tersebut untuk referensi .
– Memilih agen properti , dalam pembelian rumah jasa agen properti / broker lebih disukai karena menghemat waktu dan sumber informasi yang baik dalam memutuskan pembelian . Coba cari agen properti yang menurut anda bisa menjadi perantara yang baik , diskusikan kebutuhan anda dan tunjuk 1 saja agen properti untuk menjadi perwakilan anda , tujuannya adalah agar agen properti tersebut bisa lebih termotivasi untuk mencarikan unit terbaik untuk anda , penunjukan banyak agen cenderung menimbulkan konflik dan merugikan anda sendiri .
– Posisi rumah , coba hindari rumah yang dalam posisi tusuk sate karena cenderung dihindari banyak orang sehingga menyulitkan proses penjualan di kemudian hari .
– Lainnya seperti biasa yang sudah lumrah seperti kebersihan , keamanan lingkungan , dan fasilitas di sekitar .

4. Decision making
Tahap akhir ini cenderung tricky , banyak dari konsumen yang sudah melakukan semua di atas namun akhirnya gagal di tahap ini . Yang seringkali terjadi adalah terlalu banyaknya pilihan dan opini yang masuk , sehingga justru menyulitkan dalam pengambilan keputusan yang berujung pada gagalnya pembelian .

Coba bayangkan dari unit-unit yang menjadi pilihan anda , mana diantara unit tersebut yang anda bisa bayangkan bisa tinggal di dalamnya dengan nyaman dalam jangka waktu panjang , ” Buy it thinking you will hold it forever ” by Warren Buffett .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:30 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(648): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 30