14 Hal Ini Cuma Bisa Dimengerti Para Pramugari

Melihat pekerjaan pramugari (atau pramugara) di dalam kabin pesawat sungguh membuat iri. Kesempatan jalan-jalan ke berbagai kota dan negara dengan gratis, bahkan dibayar di atas rata-rata pekerja kantoran. Belum lagi gaya hidup ‘wah’ yang menjanjikan kemapanan. Benarkah profesi ini semudah yang dibayangkan oleh para penumpangnya?

Menjadi Pramugari Adalah Sebuah Kompetisi yang Sangat Keras

Kebutuhan akan awak kabin memang tinggi, tapi maskapai tetap harus menyeleksi calon karyawannya dengan sangat ketat. Menurut data, satu posisi pramugari rata-rata direbutkan oleh 10 hingga 15 orang kandidat. Di beberapa maskapai bintang 5 bahkan satu posisi bisa direbutkan oleh 50 hingga 60 orang.

Tinggi Namun Tidak Terlalu Tinggi

Jika badan seorang pramugari tidak terlalu tinggi maka ia tidak akan sanggup meraih kompartemen bagasi yang berada di bagian atas kabin, apalagi terkadang harus mengangkat barang bawaan penumpang. Tapi jika badan terlalu tinggi tentu malah akan merepotkan pergerakan si pramugari sendiri. Repot, kan?

Bisa Dipecat Gara-Gara Masalah Sepele

Enam bulan pertama masa percobaan merupakan waktu yang paling sulit bagi seorang pramugari karena setiap langkah, tindak-tanduk, dan bahkan penampilan mereka akan dinilai secara strict. Mereka bisa saja dipecat cuma gara-gara meminta izin tidak masuk karena sakit, atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai prosedur.

Dibayar Hanya Sesuai Jam Terbang

Rata-rata maskapai, baik di Indonesia maupun di luar negeri hanya memberikan gaji pramugari sesuai jam terbang yang mereka lakoni. Bagaimana jika terjadi keterlambatan atau penerbangan yang dibatalkan, apakah masuk hitungan jam terbang? TIDAK. Jam terbang dihitung saat pesawat mulai didorong mundur (push back).

“Krisis Kepemimpinan”

Sumber gambar: dailymail uk
Sumber gambar: dailymail uk

Pramugari bekerja tanpa manajer. Mereka biasanya hanya didampingi pramugari senior. Sehingga dalam sebuah situasi krisis, misalnya saat ada penumpang yang sakit parah, mereka harus bisa mengambil keputusan yang tepat di waktu yang singkat. Bahkan, terkadang mereka harus melakukan pertolongan pertama bagi penumpang yang tengah sekarat itu.

Senioritas Ada di Seluruh Dunia

Di belahan dunia manapun, hirarki yang didasarkan pada senioritas selalu ada di dunia pramugari. Bukan hal yang mengherankan, sebab seperti yang disebut sebelumnya, mereka bekerja nyaris tanpa ‘pemimpin’, sehingga senior yang jam terbangnya lebih tinggilah yang akan menjadi patron. Tak jarang, pramugari senior mengambil ‘keuntungan’ dari sistem hirarki ini.

Resiko Pramugari Selalu Lebih Besar dari Penumpang

Bagi pramugari, nyawa dan keselamatan penumpang lebih penting dari nyawa dan keselamatannya sendiri. Tidak heran di sebuah insiden maupun kecelakaan pesawat, angka perbandingan pramugari yang cedera akan lebih tinggi dari penumpang yang cedera.

Manners Does Matter!

Tidak peduli apakah mereka sedang ada masalah pribadi, banyak hutang, dan mood yang kurang baik, pramugari harus tetap bisa menjaga sikapnya yang ramah dan menyenangkan di depan penumpang.

Pramugari Harus Fleksibel

Operasional maskapai berlangsung setiap hari tanpa henti, hampir 24 jam. Di penerbangan long haul, mereka harus berada di dalam kabin lebih dari 14 jam. Rata-rata pramugari bekerja 65 hingga 90 jam terbang per bulan, ditambah rata-rata 50 jam melakukan persiapan dan menunggu hingga jam terbangnya dihitung. Untuk mereka yang terbiasa bekerja di lingkungan kantor, hal ini sangat melelahkan.

Kenyamanan Vs Keamanan

Sumber gambar: newson247.com
Sumber gambar: newson247.com

Yang nyaman tak selalu aman. Di satu sisi pramugari harus memastikan seluruh penumpangnya mendapatkan kenyamanan terbaik, namun di sisi lain faktor keamanan tentu akan mengurangi kenyamanan mereka. Ini sering menjadi dilema tersendiri bagi pramugari.

Pramugari Bukan Profesi yang Cocok Bagi Para Penyuka Rutinitas

Tiap penerbangan, walau dengan tujuan yang sama, akan selalu menjadi pengalaman yang berbeda. Cuaca berbeda, penumpang berbeda, semua serba berbeda. Tak heran seorang pramugari harus mampu beradaptasi dengan sangat cepat.

Pramugari Mengalami Kelelahan Lebih tinggi dari Kebanyakan Orang

Berada di ketinggian di atas 1.000 kaki akan mempengaruhi kondisi fisiologi manusia. Pramugari terbang lebih dari satu kali dalam satu hari, belum lagi pekerjaan mereka sangat beragam. Sudah pasti mereka akan mengalami kelelahan fisik yang amat tinggi.

Pramugari Sering Mengidap Masalah Tidur

Sumber gambar: theflightattendantlifecom
Sumber gambar: theflightattendantlifecom

Kondisi bisnis penerbangan bertarif rendah (low cost carrier) mengharuskan mereka memangkas beberapa pengeluaran yang dianggap kurang penting. Salah satunya adalah fasilitas hotel menginap bagi para awak kabinnya dari hotel bintang 5 ke budget hotel yang tentu akan mempengaruhi kenyamanan tidur para awak kabin. Akhirnya, dengan kondisi yang superlelah dan kenyamanan tidur yang kurang, awak kabin bisa mengalami masalah tidur, atau sleeping disorder.

Pramugari Bukan Karir!

Pramugari tidak pernah berpikir soal karir. Bagi mereka, menjadi pramugari adalah gaya hidup.

 

The post 14 Hal Ini Cuma Bisa Dimengerti Para Pramugari appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *