Aksi Memukau Paramotor Indonesia Terbang di Atas Monas

Selasa pagi (23/8/2016) sebelum pelaksanaan Apel Gelar Nasional Bela Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan di Silang Monas, Jakarta Pusat, 10 penerbang paramotor dari komunitas Paramotor Indonesia turut menyemarakkan ruang udara di atas tempat upacara berlangsung.

Apel Gelar Nasional Bela Negara tahun 2016 dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan dihadiri oleh Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, Wagub DKI Jakarta, Wakil KSAU, Kepala BNPT, Komandan Korps Marinir, dan pejabat lainnya. Tampak pula dua putra mantan Presiden RI, yakni Guruh Soekarno Putra dan Tommy Soeharto. Apel dihadiri 10.000 peserta dari kementerian, TNI, Polri, Forum Bela Negara, Pramuka, Menwa, Linmas, mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, dan lainnya.

Melayang-layang di udara mengelilingi Monas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia
Melayang-layang di udara mengelilingi Monas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia

Paramotor merupakan olahraga modifikasi dari paralayang (paragliding) dengan menyertakan mesin baling-baling sehingga untuk dapat mengudara penerbang dibantu oleh daya dorong yang dihasilkan dari putaran baling-baling (powered paragliding). Dengan mengendalikan parasut, orang yang menerbangkannya pun dapat terangkat dan melayang-layang di udara.

Menurut Catur Putro Utomo, bendahara Paramotor Indonesia yang dalam kegitan terbang di Monas merangkap sebagai pemimpin regu, komunitas Paramotor Indonesia memang diminta tampil oleh Kementerian Pertahanan untuk turut memeriahkan acara. Sepengetahuan Angkasa, kegiatan Apel Bela Negara di Monas adalah yang kedua kali dimeriahkan oleh Paramotor Indonesia. Pada acara-acara lainnya, komunitas ini juga sering tampil di tempat ini.

Persiapan terbang anggota Paramotor Indonesia menyemarakkan acara Apel Bela Negara di Monas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia
Persiapan terbang anggota Paramotor Indonesia menyemarakkan acara Apel Bela Negara di Monas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia

Paramotor Indonesia kerap mendapat undangan tampil di beberapa acara baik di lingkungan TNI/Polri, Pemerintahan Daerah, maupun di acara-acara lain seperti festival olahraga, seni, dan budaya, termasuk penyelenggaraan sejumlah Sail di Indonesia. Tidak mengherankan apabila anggota Paramotor Indonesia sering bepergian dari satu daerah ke daerah lain untuk memeriahkan suatu kegiatan.

250 anggota

Paramotor Indonesia terbentuk empat tahun lalu bertepatan dengan penyelenggaraan Jogja Air Show 2012. Jumlah angota saat ini sekitar 250 orang dan sudah bersertifikat Powered Para Glider. Anggota tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Catur mengungkapkan, dibentuknya komunitas Paramotor Indonesia tidak lepas dari semakin berkembangnya olahraga dirgantara ini di Indonesia. Paramotor Indonesia menjadi wadah untuk menghimpun para penerbang paramotor di Indonesia. Para anggota berinteraksi melalui grup di media sosial dan saling memberikan info-info kegiatan yang akan dilaksanakan.

Usai terbang anggota Paramotor Indonesia siap-siap berkemas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia
Usai terbang anggota Paramotor Indonesia siap-siap berkemas. Sumber gambar: Paramotor Indonesia

“Melalui Paramotor Indonesia, kami bertukar informasi dan pengalaman tentang paramotor. Juga agar para penggiat paramotor di Indonesia lebih terdata,” ujar bapak dua anak kelahiran Jakarta berdarah Ngawi ini.

Bagi Catur yang pengusaha di bidang perikanan, menyukai olahraga paramotor disebabkan alasan lebih praktis dan nyaman saja. Awalnya Catur adalah seorang atlet paralayang dan kemudian beralih menekuni paramotor sejak 2010.

Saat ditanya apa rasanya melayang-layang di udara menggunakan paramotor, ia menjawab bahwa ada rasa plong di mata dan hati saat terbang. “Melihat dari ketinggian itu bisa menyegarkan pikiran dari kepenatan dan rutinitas sehari-hari. Saking nikmatnya, lupa segala permasalahan kita,” terang Catur.

Sebagian tim Paramotor Indonesia berfoto bersama usai acara. Sumber gambar: Suharso Rahman
Sebagian tim Paramotor Indonesia berfoto bersama usai acara. Sumber gambar: Suharso Rahman

Lebih jauh pria yang juga hobi bersepeda ini mengungkapkan, terbang dengan paramotor terasa semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. “Di udara kita bisa merasakan kebesaran Allah. Kalau terjadi sesuatu dengan kita, hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita. Di situlah kita merasa dekat dengan Tuhan,” imbuhnya.

Diakui, olahraga paramotor merupakan olahraga yang aman dan menyenangkan. Terbukti, olahraga ini bertambah terus peminatnya. Anggota Paramotor Indonesia sendiri kadang seperti tak kenal waktu. Di manapun dan kapan pun, terbang dan terbang adalah aktivitas mereka.

The post Aksi Memukau Paramotor Indonesia Terbang di Atas Monas appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *