ATR 72-500 Wings Air Sukses Uji Pendaratan di Bandara Tasikmalaya

Pesawat ATR 72-500 Wings Air. Sumber gambar: Wikimedia

Pesawat komersial ATR 72-500 PK-WFO milik Wings Air sukses melaksanakan uji pendaratan di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (17/10/2016). Pesawat yang membawa Direktur Operasional Wings Air Redi Irawan tersebut disambut oleh Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Rony Armanto, dan Forum Peduli Tasikmalaya (FPT).

Pendaratan ATR 72-500 Wings Air di Lanud Wiriadinata dilaksanakan dalam rangka misi evaluasi penerbangan yang merupakan salah satu syarat pengajuan izin rute penerbangan komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarat menuju Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya dan sebaliknya.

Pesawat diterbangkan Captain Isana Nur Ardi dan mendarat sekira pukul 15.15 WIB. Pilot mengatakan, tidak ada kendala selama penerbangan dan semuanya berjalan mulus sesuai perhitungan. “Saat melakukan pendaratan juga tidak ada kesulitan. Meski begitu, pihak Wings Air tetap akan melakukan evaluasi dan membuat prosedur area,” ujar Isana.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya dalam penjelasannya kepada awak media mengatakan, dibukanya penerbangan Jakarta-Tasikmalaya akan meningkatkan perekonomian Kota Tasikmaya. Sebab, hasil industri Tasikmalaya banyak dipasarkan ke Jakarta, seperti bordir dan kerajinan Rajapolah. “Apalagi Kota Tasikmalaya ini berada di tengah kota-kota kawasan Priangan Timur. Sebenarnya ini proses panjang yang baru terwujud saat ini, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan,” kata Budi Budiman.

Uji pendaratan dan penyambutan kehadiran pesawat ATR 72-500 di Lanud Wiriadinata. Sumber gambar: Pentak Lanud Wiriadinata
Uji pendaratan dan penyambutan kehadiran pesawat ATR 72-500 di Lanud Wiriadinata. Sumber gambar: Pentak Lanud Wiriadinata

Budi memaparkan, waktu tempuh Jakarta-Tasikmalaya melalui jalan darat butuh waktu sekira enam jam jika kondisi normal. Sementara jika macet bisa lebih dari 12 jam. Belum lagi medan jalan yang berbelok-belok dan naik turun yang sangat melelahkan. “Nah, dengan pesawat terbang cukup ditempuh 45 menit saja. Kami secepatnya berkomunikasi lebih intensif dengan perusahaan penerbangannya,” papar Walikota Tasikmalaya.

Ditanya berapa besaran ongkos untuk rute Jakarta-Tasikmalaya menggunakan pesawat, Budi mengatakan kalau hal itu masih dalam pembicaraan penentuan berapa idealnya. “Artinya menguntungkan perusahaan, tetapi juga tidak memberatkan masyarakat. Masih dalam pembicaraan,” ujar Budi.

Guna mendukung peningkatan ekonomi dan juga pariwisata Tasikmalaya, pihak TNI AU telah membantu menyiapkan Lanud Wiriadinata untuk bisa digunakan sebagai bandara komersial. Pada Februari lalu, Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna telah berkunjung ke Tasikmalaya menghadiri rapat verifikasi kesiapan operasional Bandara Wiriadinata yang berada di kawasan Lanud Wiriadinata dan memiliki panjang landasan 1.200 meter.

Rapat dilaksanakan di VIP Room Lanud Wiriadinata, dihadiri Pangkoopsau I, anggota Komisi V DPR RI Nurhayati, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Direktur Kebandarudaraan  Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Asisten Logistik Kaskoopsau I Kolonel Tek Hanafi, Kepala HukumKoopsau I Kolonel Sus Zainal Hakim Indra, Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Tasikmalaya, serta Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Rony Armanto.

Pangkoopsau I dalam penjelasannya mengatakan, TNI AU sangat mendukung segera dioperasikannya Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya.

The post ATR 72-500 Wings Air Sukses Uji Pendaratan di Bandara Tasikmalaya appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

1 thought on “ATR 72-500 Wings Air Sukses Uji Pendaratan di Bandara Tasikmalaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *