Ayo Lapor, Bantuan Hukum Siap Kawal Para Pedagang SMEP Tuntaskan Kasus Uang Muka Pasar

Sumber

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Persoalan uang muka para pedagang Pasar SMEP yang sudah disetorkan ke PT Prabu Artha Developer hingga kini belum ada titik terang, meskipun pedagang sudah melaporkan persoalan itu ke pihak yang berwajib dengan nomor laporan TBL/B-1/1945/IV/2018/LPG/RESTA BALAM tertanggal 25 April 2018.

Atas hal itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Alian Setiadi meminta pedagang datang ke kantornya jika ingin membawa persoalan itu ke pusat,” silakan datang kesini, kita musyawarahkan terlebih dahulu seperti apa persoalan SMEP yang sebenarnya,” kata Alian, Minggu (8/7/2018).

Alian bahkan menyebut sudah semestinya persoalan Pasar SMEP ini dibawa ke ranah hukum, mengingat sudah sejak lama pasar itu belum juga didirikan. “LBH dari dulu membuka posko untuk pedagang pasar ini tapi tidak ada yang melapor,” katanya.

Salah seorang pedagang, Samsu Riza juga menyampaikan surat pernyataan bahwasannya benar dia telah membayar uang muka sebesar Rp250 juta, dengan harga kios Rp900 juta, kemudian sisanya Rp200 juta akan dibayarkan pada15 Agustus 2013 silam dan sebesar Rp450 Juta akan dibayarnya setelah ia menerima kunci dari pengembang. Surat tersebut dilengkapi materai 6000 disertai tandatangan antara dia dan PT Prabu Artha Developer.

“Semua surat asli lengkap ada dan masih saya pegang, dan sudah saya laporkan sebagai bukti laporan, tetapi sampai sekarang laporan saya tidak ada kejelasan, pihak Polres juga belum memanggil saya lagi,” katanya.

Samsu Riza menyebut jika ada LBH yang bersedia mendampingi kasusnya, maka persoalan akan dia bawa ke proses hukum yang lebih tinggi, “Saya sich siap-siap saja mau melapor ke pusat didampingi LBH. Tapi sayangnya cuma sebagian pedagang yang berniat melapor padahal yang tertipu itu banyak,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS

KOMENTAR