Blitar, Densus 88 Tangkap Dokter Umum Terduga Teroris

Sumber

Personel Densus Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan saat penggerebekan di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018) malam. Penggerebekan dan penggeledahan dilakukan karena rumah kontrakan tersebut diduga dihuni oleh terduga teroris. (Foto: Ant/Irfan Anshori)

Blitar, (Tagar 14/6/2018) – NH, seorang dokter umur bersama SZ dan An, ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus 88) Mabes Polri di sebuah rumah di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/6) malam. Ketiganya diduga terkait jaringan terorisme.

“Rumah yang digeledah polisi itu milik Nanang, seorang pengusaha pupuk,” kata Mislan di Blitar, Rabu (13/6) malam.

Mislan, Kepala Lingkungan Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menyebutkan, Nanang mengontrakkan rumahnya itu pada seorang dokter berinisial NH untuk jangka waktu sekitar tiga tahun.

Mislan mengatakan, dirinya tidak terlalu akrab dengan pemilik rumah. “Maklum, keluarga di sini tertutup,” ujarnya.

Sekalipun tidak akrab dengan Nanang, Mislan merasa curiga dengan aktivitas di rumah itu. Kecurigaannya muncul lantaran sepekan sebelumnya personel dari TNI dan Polri bolak-balik datang ke rumahnya menanyakan aktivitas dan riwayat pemilik rumah kontrakan tersebut.

“Satu pekan sebelum kejadian ini ada koramil dan polisi tanya, bagaimana orang yang mengontrak rumah itu, tanya juga orangnya ada atau tidak,” kisah Mislan.

Mislan kemudian merasa kaget juga, walau sudah curiga sebelumnya ketika TNI dan polisi tanya, ternyata ada Densus yang datang ke rumah milik Nanang tersebut. Mislan tidak menduga, penghuni rumah itu terkait perkara hukum.

“Saya kaget dengan kejadian ini. Adanya petugas yang sebelumnya sudah Tanya-tanya, ternyata ini. Jadi, saya hanya memantau saja,” terang Mislan.

Lurah Talun Imam Harimiadi menambahkan, keseharian penghuni rumah memang tertutup. Selain jarang bergaul dengan tetangga, penghuni rumah juga selalu menutup pintu rumahnya.

“Keseharian penghuni rumah itu kami kurang tahu, sebab pintu tertutup. Pernah ada kegiatan, tapi eksklusif sekali, tidak untuk masyarakat umum, tidak bisa sembarangan masuk,” kata Imam Harimiadi.

Imam mengakui, sebelumnya memang ada petugas dari TNI dan Polri yang datang, meminta informasi penghuni rumah dan aktivitas di rumah tersebut. “Sekarang saya baru mengerti, pemilik rumah ternyata berurusan dengan aparat,” ujarnya.

Dalam peristiwa itu, Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap tiga orang, salah satunya NH, dokter umum yang membuka praktik pengobatan bekam. NH bersama SZ dan An ditahan di Mapolres Blitar untuk proses hukum lebih lanjut.

Tim Densus 88 melakukan proses penggeledahan dengan penjagaan ketat dari Mapolres Blitar. Petugas bersenjata api lengkap berjaga di depan rumah. Warga yang tidak berkepentingan tidak diizinkan masuk.

Usai dilakukan penggeledahan, rumah itu dipasangi garis polisi. (ant/yps)