Bubarkan Saja Sekolah Pilot Swasta!

pilot swasta

Banyaknya pilot menganggur, sampai lebih dari 200 orang sekarang ini, dan prediksi ke depan yang kian tak menggembirakan, mencetuskan pernyataan, “Bubarkan saja sekolah pilot swasta!” Cetusan pernyataan dari seorang pemerhati penerbangan ini terkesan terlalu ekstrem. Namun alasannya memang berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan pada saat ini.

Tak dipungkiri, pilot-pilot baru atau ab initio masih banyak yang belum terserap pasar, khususnya maskapai penerbangan berjadwal. Persyaratan yang diminta maskapai penerbangan untuk menerima pilot-pilot baru itu makin ketat karena pilot makin banyak sementara pasar terkesan kian mengecil.

Baca Jug:

Citilink Tambah 70 Pilot Baru

23 Siswa Deraya Flying School Lulus Jadi Pilot

Sebenarnya yang paling menjadi perhatian sang pemerhati penerbangan tersebut adalah strategi Pemerintah yang sepertinya tidak mendukung perkembangan sekolah-sekolah pilot swasta. Rencana Pemerintah, dalam hal ini BPSDM Perhubungan, untuk mendatangkan 51 pesawat latih bagi dua sekolah pilot yang dinaunginya, yaitu SPTI Curug dan Banyuwangi Pilot School (Loka Pendidikan dan Pelatihan PenerbanganLP3 Banyuwangi), mengundang pertanyaan. “Bagaimana dengan sekolah pilot swasta? Akan dikemanakan pesawat-pesawat latih yang banyak itu?”

Berdasarkan data Angkasa, STPI sekarang ini menggunakan sekitar 18 pesawat latih dan LP3 Banyuwangi sekitar sembilan unit. Belum lagi pesawat-pesawat latih lama milik STPI yang sekitar 20 unit. Dijumlahkan dengan akan datangnya 51 pesawat latih baru, jadinya ada sekitar 100 pesawat latih. Pemerhati penerbangan itu mengatakan, jika 80 pesawat saja yang dioperasikan dengan rasio satu pesawat untuk lima calon pilot yang dididik kurang lebih setahun, berarti ada 400 pilot yang dihasilkan dua sekolah negeri itu per tahun. Artinya lagi, jika kebutuhannya per tahun 400 pilot, dari sekolah negeri itu  pun sudah terpenuhi.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utama pernah mengatakan bahwa kedatangan pesawat tersebut akan bertahap dan diperuntukan bagi beberapa sekolah pilot yang juga akan dibuka di beberapa tempat, seperti di Papua, selain dua sekolah yang ada itu. Jikalaupun kedatangan pesawat itu sampai tahun 2018, dalam dua tahun ke depan, bagaimana nasib sekolah-sekolah pilot swasta?

Baca Juga:

Yum Soemarsono, Pilot Heli Bertangan Satu

Jajal Ketegangan Menjadi Pilot Blue Angels di Gadget

Angkasa mencatat, sampai saat ini ada 21 sekolah pilot di Indonesia, dua di antaranya milik Pemerintah. Jadi, ada 19 sekolah pilot swasta yang berkiprah untuk mencetak pilot-pilot Indonesia masa depan.  Angkasa Aviation Academy mengoperasikan 40 pesawat latih, Perkasa Flight School memiliki 20 unit. Sekolah-sekolah lainnya memiliki pesawat latih antara 5-20 unit. Katakanlah jumlahnya 250 pesawat latih, akan dimanakan pesawat-pesawat tersebut?

Memang, sang pemerhati penerbangan tersebut yakin, tidak akan ada, terutama dari Pemerintah, yang berani menyatakan untuk membubarkan sekolah pilot swasta. Namun melihat fakta dan kenyataan di lapangan, bagaimana dengan nasib sekolah-sekolah pilot swasta tersebut ke depan?

No. Sekolah Pilot No. PSC PSC Dikeluarkan
1. Indonesia Civil Aviation Institute (STPI) 141-001 27 April 2004
2. Deraya Flying School 141-002 30 Juli 2005
3. Aero Flyer Institute 141-003 28 November 2006
4. Alfa Flying School 141-004 28 Februari 2007
5. Bali International Flight Academy (BIFA) 141-005 Januari 2009
6. Merpati Pilot School 141-006 Agustus 2009
7. Nusa Flying International (NFI) 141-007 25 Mei 2009
8. National Aviation Management (NAM) Flying School 141-009 19 Mei 2010
9. Bandung Pilot Academy (BPA) 141-011 30 Desember 2011
10. Lombok Institute of Flight Technology (LIFT) 141-012 3 Agt 2015
11. Proflight Pilot School 141-013 21 Nov 2015
12. Banyuwangi Pilot School (Loka Banyuwangi) 141-014 18 Juni 2014
13. Flybest Flight Academy 141-015 16 Januari 2013
14. Genesa Flight Academy 141-016 4 Maret 2013
15. Perkasa Flight School 141-017 26 Juni 2013
16. Dirgantara Pilot School Tasikmalaya (DPST) 141-018 5 Juli 2013
17. Aviaterra Flying School 141-020 11 September 2013
18. Angkasa Aviation Academy (Triple A) 141-021 6 Maret 2014
19. Global Aviation Flying School 141-022 1 April 2014
20. Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) 141-023 17 April 2014
21. Trans Asia Pacific Aviation Training (TAPAT) 141-024 17 Februari 2015

Keterangan:  Wings Flying School (PSC 141-008) sejak dibukanya Angkasa Aviation Academy (141-021) divakumkan;  Jakarta Pilot School (PSC 141-010) dan Aviasi Upataraksa Indonesia (PSC 141-019) tutup.

Sumber: Ditjen Perhubungan Udara.

Baca Juga:

Lion Air Menyayangkan Ketidakselarasan Manajemen dengan Pilot

Keterlibatan Pilot dan Dokter Tionghoa Jawa Pada Perang Spanyol

Whitesky Aviation Gandeng Sekolah Pilot Selandia Baru Didik 100 Pilot Heli

 

 

The post Bubarkan Saja Sekolah Pilot Swasta! appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *