Canik TP9, Pistol Pembunuh Dubes Rusia di Turki

Mevlut Mert Altintas memegang Canik TP9. Sumber gambar: Funker530

Tindakan pembunuhan atas Dubes Rusia untuk Turki Andrey G. Karlov yang dilakukan oleh agen Polisi Mevlut Mert Altintas di depan sorotan kamera wartawan memang masih menyimpan segudang tanya. Apa motif sebenarnya dari sang pemuda dan bagaimana bisa seorang polisi yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat Turki ternyata masih bisa diradikalisasi.

Tetapi setidaknya ada satu yang jelas: Mevlut Mert Altintas melakukan aksi pembunuhan berdarah dingin itu dengan pistol Canik TP9 yang merupakan pistol asli Turki seperti dikutip outdoorhub.com. Pistol ini memang relatif belum dikenal publik tanah air, yang lebih terbiasa dengan merk seperti Heckler & Koch, Glock, atau SiG Sauer. Canik TP9 merupakan pistol standar kepolisian dan sejumlah pasukan khusus Turki.

Canik TP9 merupakan pistol dengan frame polimer pertama yang dibuat perusahaan Canik 55, yang dimiliki konglomerasi SYS (Samsun Yurt Savunma) yang berlokasi di Turki Tengah-Utara. Canik 55 memenangkan kompetisi pengadaan untuk Kepolisian Turki setelah mampu melewati tes uji tembak sebanyak 50.000 peluru tanpa kerusakan atau penggantian komponen. Kepolisian Turki membeli puluhan ribu Canik TP9 dalam program modernisasi perlengkapan.

Canik TP9. Sumber gambar: Edizon.net
Canik TP9. Sumber gambar: Edizon.net

Canik TP9 menggunakan slide baja dengan desain yang unik, yaitu bagian depan slide yang berbentuk permata (diamond frame), yang didesain untuk membuat bobot keseluruhan pistol menjadi lebih ringan. Slide ini dilengkapi gerigi pengokang (slide serration) diagonal sebanyak 10 garis di bagian belakang, serta cerukan memanjang di atas slide untuk membantu pemuaian dan mengurangi fatamorgana akibat panas dari penembakan.

Frame polimernya sudah dilengkapi dengan dudukan rel untuk senter pada bagian depan, dan profil grip yang relatif lurus, beda dengan, katakanlah, Glock yang menyudut sehingga memerlukan pembiasaan saat konversi pistol. TP9 juga memberikan alternatif untuk mengganti backstrap pada bagian belakang grip untuk menyesuaikan dengan ukuran tangan penembak, yang bisa diganti-ganti dengan melepas mur dan pin pengikatnya.

Kualitas dan akurasi dijamin dengan penggunaan laras tempa dingin (cold hammer forged) yang terbuat dari baja 32CrMoV12-10 dengan enam alur dan galangan, twist RH (Right Hand). Walaupun didesain untuk menembakkan munisi 9x19mm standar NATO, laras ini mampu menahan hentakan dan tekanan dari munisi 9mm +P. Pasokan peluru untuk laras disediakan dengan magasen yang mampu menampung 19 butir peluru.

Canik TP9 menggunakan sistem penembakan striker tanpa hammer yang membuatnya kompak. TP9 sendiri menggunakan konfigurasi hybrid SA/DA (Single Action/ Double Action). Saat peluru pertama masuk ke kamar setelah dikokang, pelatuk akan bergerak penuh ke posisi depan, dan ada tiga tahapan dengan tarikan yang berbeda.

Untuk masuk ke posisi setengah, tarikan yang dibutuhkan cukup ringan hanya 1 kg, kemudian 2kg untuk masuk ke posisi akhir sebelum siap tembak, dan akhirnya tarikan penuh untuk melepaskan striker ke arah primer dan meledakkan peluru dengan kekuatan tarik 4-5kg sehingga cukup mantap dalam genggaman. Setelah tembakan pertama, pelatuk otomatis akan masuk ke moda SA.

Walaupun lahir di Turki, Canik TP9 juga dikenal di pasar Amerika Serikat setelah sejumlah importir seperti Century Arms memasukkan pistol ini. Dengan harga yang murah, sekitar US$ 399, Canik TP9 mulai mendapatkan perhatian dan penggemar senjata di pasar sipil Amerika Serikat.

The post Canik TP9, Pistol Pembunuh Dubes Rusia di Turki appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *