Indonesian Spotters, Para Pemburu Pesawat Dengan Lensa Kamera

Sumber foto: Fida Perkasa

Seiring berkembangnya bisnis penerbangan tanah air, semakin banyak pula penggemar dunia kedirgantaraan di Indonesia. Hobi di dunia penerbangan pun saat ini makin luas. Jika di tahun 1990-an yang booming adalah hobi diecast dan aeromodel, maka setidaknya dua tahun belakangan ini hobi memotret pesawat terbanglah yang happening.

Spotters, sebutan bagi mereka para pemburu pesawat terbang. Di Indonesia sendiri tidak terhitung berapa spotters yang ada karena memang belum ada komunitas resmi yang mewadahi mereka.

Walau belum mendapat pembinaan secara formal, namun karya mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Coba saja ketik kata kunci #indonesianspotters di Instagram, akan banyak bermunculan foto-foto bagus dan menandakan jika fotografernya memiliki cita rasa yang unik.

Apapun jenis kameranya tidak menyurutkan para spotters untuk bisa menangkap momen terbaik. Sumber foto: Fida Perkasa
Apapun jenis kameranya tidak menyurutkan para spotters untuk bisa menangkap momen terbaik. Sumber foto: Fida Perkasa

Julukan spotters sendiri entah darimana datangnya kala itu. Tapi julukan ini mungkin hadir karena mereka selalu berpindah-pindah tempat mencari angle yang terbaik untuk obyek buruannya. Maklum saja, arah pesawat lepas landas dan mendarat belum tentu sama tiap harinya.

Saat ini hampir di tiap bandara di Indonesia terdapat kelompok spotters dan memiliki julukan untuk perkumpulan mereka sesuai dengan bandara dimana mereka tinggal. Contohnya di Juanda, para spotters menyebut kelompok mereka dengan nama SUBAviation, di bandara Halim Perdanakusuma bernama HLPlanespotters, di bandara Adisucipto Jogja dengan nama JOGSpotters, dan lain sebagainya. Mereka menghimpun diri supaya mudah bertukar informasi seputar dunia dirgantara.

Demi mendapatkan angle terbaik, tak jarang para spotters harus menumpang di rumah warga sekitar bandara. Sumber foto: Fida Perkasa
Demi mendapatkan angle terbaik, tak jarang para spotters harus menumpang di rumah warga sekitar bandara. Sumber foto: Fida Perkasa

Lalu apa yang di dapat dari mengoleksi foto itu? Selain untuk koleksi pribadi dan menyalurkan hobi, hasil foto juga dapat menjadi bahan kajian untuk operator atau juga dapat menjadi kenang-kenangan di masa mendatang ketika pesawat tersebut sudah tidak digunakan. Ini tentu akan menjadi kesan tersendiri baik bagi fotografer maupun bagi maskapai. Intinya, para spotters yang menggilai hobi ini memang tidak berniat mendapatkan uang dari hasil jepretannya, tapi lebih kepada kepuasan batin.

Di Indonesia sendiri rasanya belum ada bandara yang memberikan tempat khusus bagi para spotter. Bandara Soekarno-Hatta sempat memiliki anjungan yang bisa digunakan untuk berburu foto, namun saat ini sudah ditutup. Kegiatan para spotters di Indonesia saat ini malah sering dianggap sebagai pengganggu kelancaran operasional bandara. Tidak jarang mereka diusir, bahkan dimintai keterangan oleh petugas keamanan bandara.

Di negara asia lainnya, Jepang misalnya, justru memberikan fasilitas khusus bagi para spotters dengan anjungan yang luas dan pemandangan yang indah. Tidak cuma bisa berburu pesawat, para spotters juga bisa menikmati cantiknya suasana matahari terbenam.

Kegiatan spotting para spotters ini sering kali mengendap-endap dari pengawasan keamanan bandara. Maka tak heran jika ada kegiatan fotografi yang diorganisir, seperti saat TNI-AU bersama dengan Angkasa di bulan April 2016 lalu menjadi kesempatan emas bagi para spotters mencicipi spot-spot yang terbilang eksklusif.

The post Indonesian Spotters, Para Pemburu Pesawat Dengan Lensa Kamera appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *