Ini Bahaya Balon Udara Liar Terhadap Penerbangan

Maraknya penerbangan balon udara liar, tanpa awak, menyebabkan pihak-pihak operasional dan pengatur penerbangan kerepotan. Bila dibiarkan, hal ini akan menyebabkan dampak fatal seperti menyebabkan terjadinya kecelakaan penerbangan.

Balon-balon udara yang diterbangkan, di satu sisi merupakan salah satu kreativitas masyarakat terkait tradisi budaya setempat. Akan tetapi, penggunaannya menjadi salah kaprah, menyalahi aturan, dan membahayakan penerbangan bila tidak dikoordinasikan dan mendapatkan izin dari dinas perhubungan setempat. Untuk itulah, sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan lebih gencar lagi melibatkan semua instrumen dan media.

Balon-balon liar ini bisa mengudara mulai ketinggian ratusan hingga ribuan meter. Belum lagi ukurannya yang besar, tinggi 4-10 meter dan diameter tengah 3-5 meter amat membahayakan penerbangan. Seperti terjadi saat salah satu pesawat AirAsia rute Yogyakarta – Medan dihadang dua balon udara liar di ketinggian 18.000 kaki (5.400 meter) di atas permukaan laut pada 7 Juli lalu. Satu balon terlihat di samping pesawat, sementara balon lainnya menghadang di atas pesawat.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus menjelaskan tiga hal terkait bahayanya balon udara tanpa awak yang marak akhir-akhir ini ditemukan di sekitar wilayahnya.

Balon udara yang hampir bertabrakan dengan pesawat AirAsia jurusan Yogyakarta - Medan. Sumber gambar: Istimewa
Balon udara yang hampir bertabrakan dengan pesawat AirAsia jurusan Yogyakarta – Medan. Sumber gambar: Istimewa

Pertama, balon udara bisa terhisap masuk ke mesin pesawat menyebabkan mesin mati, terbakar, atau meledak. Kedua, balon udara bisa menyangkut di area sayap, ekor, dan mengganggu komponen pengatur gerak pesawat seperti elevator, rudder, dan aileron. Ketiga, balon udara dapat menutupi bagian depan pesawat menyebabkan pandangan pilot terganggu dan menutupi lubang pitot tube sehingga informasi ketinggian dan kecepatan pesawat tidak akurat lagi.

Itu dari segi teknis, dari sisi hukum penerbangan balon udara tanpa izin juga melanggar UU Penerbangan No. 1 Tahun 2009. “Pasal 53 ayat 1, setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain,” terang Baidirus dalam jumpa pers di Yogyakarta, Jumat 15 Juli 2016.

“Di Pasal 411 disebutkan Setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,- (limaratus juta rupiah),” tambah perwira tinggi bintang satu di jajaran TNI AU ini.

Pihak Lanud Adisutjipto yang menerima 37 laporan penerbangan balon udara liar dalam sepekan, merasa perlu menyoliasikan lebih gencar lagi kepada masyarakat akan bahaya balon-balon yang dibuat secara swadaya ini terhadap penerbangan. Pihaknya menggandeng berbagai instansi dan media untuk menyebarkan informasi.

The post Ini Bahaya Balon Udara Liar Terhadap Penerbangan appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *