Ini Penjelasan Garuda Indonesia Soal Penumpangnya yang Meninggal

B777 skyteam garuda

Seorang penumpang Garuda Indonesia bernama Djafar Afghani (41) dinyatakan meninggal dalam penerbangannya dari Makassar menuju Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Benny S. Butarbutar, VP Corporate Communications Garuda Indonesia menjelaskan, meninggalnya seorang penumpang itu berawal ketika ia pingsan 20 menit sebelum mendarat di Jakarta.

Begitu mengetahui ada penumpang yang duduk di kursi ekonomi 22K pingsan, awak kabin langsung memberikan pertolongan pertama.

“Penumpang pingsan dan pilot mengumumkan kepada seluruh penumpang di penerbangan GA 611, jika terdapat penumpang yang berprofesi sebagai dokter,” ujar Benny, dalam keterangan resminya.

Baca juga:

STPI dan Garuda Indonesia Kerja Sama Pelatihan Pilot A320 dan B737NG

Garuda Indonesia Incar Rute ke Los Angeles Via Tokyo

Seorang penumpang yang duduk di kelas bisnis nomer 08A berprofesi sebagai dokter dan menghampiri korban. Setelah diperiksa, dokter tersebut mengatakan bahwa korban harus mendapat penanganan lanjutan.

Awak kabin langsung menghubungi petugas ground handling Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan meminta ambulans bersiap di sebelah tempat pesawat parkir. Sesuai prosedur, korban harus diturunkan lebih dahulu dari pesawat dengan menggunakan ambulift yang tersedia di mobil ambulans.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, korban langsung dilarikan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta. Tak lama kemudian dokter menyatakan bahwa Djafar telah meninggal dengan diagnosa serangan jantung.

“Garuda Indonesia telah melakukan prosedur penanganan penumpang yang sakit sesuai dengan prosedur yang ada,” jelas Benny.

Benny menambahkan, pihak Garuda Indonesia juga membantu mempersiapkan fasilitas pemulangan jenazah ke kota asalnya.

The post Ini Penjelasan Garuda Indonesia Soal Penumpangnya yang Meninggal appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *