JARI Praperadilankan Kejari Medan, Ini Kasusnya

Sumber

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) mempraperadilankan Kejari Medan karena mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SK2P) Nomor: B-928/N.2.10/Ft.2/07/2018 tanggal 13 Juli 2018 atas nama Boy Hermansyah dalam kasus pembobolan Bank BNI SKM Medan yang merugikan negara senilai Rp 129 miliar.

Ketua JARI, Safaruddin, menyampaikan bahwa penerbitan SK2P oleh Kejari Medan sangat tidak logis dan cacat yuridis.

“SK2P yang dikeluarkan Kejari Medan ini menurut kami tidak logis dan cacat yuridis, oleh karena itu kita akan mengujinya di pengadilan dalam proses praperadilan” kata Safar, Rabu (18/7/2018).

Dijelaskan Safar, alasan Kejari Medan mengeluarkan SK2P karena menyimpulkan dua putusan terdakwa lain, yaitu Darul Azli dan Titin Indriany dengan kesimpulan di mana perumusan perbuatan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dalam perkara ini merupakan perbuatan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama telah memperkaya korporasi PT Bahari Dwikencana Lestari (PT BDL) dan bukan memperkaya Boy Hermansyah selaku subjek hukum person yang inkracht pada tahun 2014.

Baca: Irwandi Bisa Praperadilan

“Kami menilai ini alasan yang mengada-ada. Karena pada tahun 2015 Kejati Sumut menyatakan berkas penyidikan tersangka Boy Hermansyah telah lengkap atau P21 sehingga tinggal pelimpahan ke Pengadilan,” jelas Safar.

Selain itu, Safar mengatakan jika mengacu pada UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, pada pasal 35 huruf c disebutkan jika mengesampingkan perkarademi kepentingan umum; dalam penjelasannya yang dimaksud dengan “kepentingan umum” adalah kepentingan bangsa dan negara dan/atau kepentingan masyarakat luas.

“Mengesampingkan perkara ini merupakan pelaksanaan asas oportunitas, yang hanya dapat dilakukan oleh Jaksa Agung setelah memperhatikan saran dan pendapat dari badan-badan kekuasaan negara yang mempunyai hubungan dengan masalah tersebut,” ucap Safar.

Baca: Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Jilid II Setya Novanto

JARI meminta Pengadilan Negeri Medan membatalkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SK2P) Nomor: B-928/N.2.10/Ft.2/07/2018 tanggal 13 Juli 2018 atas nama Boy Hermansyah, dan meminta pengadilan memerintahkan Kajari Medan untuk melanjutkan perkara tersebut sampai ke pengadilan.

Sebelumnya JARI juga telah mengajukan praperadilan terhadap Kejati Sumut dalam Nomor Perkara 40/Pid.Pra/2018/PN.MDN karena dianggap telah melakukan penghentian penyidikan terhadap Boy Hermansyah yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya dinyatakan lengkap pada 21 juni 2015 lalu, namun hakim tunggal Saryana menolak permohonan tersebut. (*)