Kepolisian Diminta Terbuka Tangani Kasus Kader IMM

Sumber

Hari ini Pkl. 09:33 WIB  •  Dibaca: 23 kali  •  http://www.mdn.biz.id/n/350393/

MedanBisnis – Jakarta. PP Muhammadiyah akan memberikan pendampingan hukum terhadap kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Andi Mahfuri, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi hoax soal selingkuh Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Muhammadiyah juga meminta polisi terbuka soal penanganan kasus itu.

“Muhammadiyah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dengan memberikan bantuan hukum dan non-hukum. Untuk itu, polisi sejatinya lebih hati-hati dan harus menyampaikan penanganan kasus ini secara terbuka. Keluarga yang bersangkutan dan publik berhak tahu,” kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Maneger Nasution, dalam keterangannya, Selasa (12/6).

Muhammadiyah menyampaikan rasa prihatin atas kasus yang menjerat Andi, namun juga tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

Berikut ini pernyataan lengkap Muhammadiyah soal kasus hukum yang menjerat kader IMM:

1. Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penangkapan kader IMM, Andi Mahfuri dengan tuduhan serius: melanggar UU ITE dan terkait dengan HTI. Muhammadiyah masih berusaha menghadirkan keyakinan dan berharap kasus penangkapan kader IMM, Andi Mahfuri, murni hukum. Tidak ada kaitan dengan politik.

2. Sekira benar ini murni kasus hukum, sebagai warga negara yang taat asas, Muhammadiyah menghargai proses hukum terhadap warga negara, termasuk terhadap kader Muhammadiyah sendiri.

3. Polisi harus memprosesnya secara profesional dan independen. Polisi harus bisa menjelaskan apakah proses penangkapan yang bersangkutan sesuai prosedur? Polisi pun harus bisa membuktikan tuduhan serius terhadap yang bersangkutan: melanggar UU ITE pasal berapa? Terkait tuduhan terkait HTI, suatu tuduhan yang berlebihan, bukankah HTI sudah dibubarkan? Polisi dalam penanganan kasus tersebut tidak boleh tunduk pada intervensi dari pihak mana pun.

4. Muhammadiyah melalui Majelis Hukum dan HAM akan memberikan bantuan hukum dan non-hukum kepada kader IMM tersebut.

5. Muhammadiyah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dengan memberikan bantuan hukum dan non-hukum. Untuk itu, polisi sejatinya lebih hati-hati dan harus menyampaikan penanganan kasus ini secara terbuka. Keluarga yang bersangkutan dan publik berhak untuk tahu (rights to know).

Kepolisian sebelumnya menetapkan Andi Maghfuri sebagai tersangka kasus penyebaran informasi hoax selingkuh Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Andi ditettapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif oleh penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya.
“Sudah (tersangka-red),” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Selasa (12/6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, Andi tak ditahan dalam kasus itu, namun proses tetap lanjut. “Sudah tersangka dan tidak dilakukan penahanan. Proses tetap lanjut,” ujarnya.

Penangkapan Andi bermula dari adanya laporan terkait pencemaran nama baik. Setelah itu, polisi mengidentifikasi dan menemukan data bahwa Andilah yang mengunggah isu hoax tersebut.

“Jadi begini, intinya bahwa Polda Metro menerima laporan terkait pencemaran nama baik, kita lakukan identifikasi menggunakan digital forensics. Kita menemukan bahwa yang mengupload, yang menyebarkan atau mendistribusikan seseorang, ya,” ujar dia.

Polisi kemudian menangkap Andi di Purworejo, Jawa Tengah dan selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

“Yang kemarin kita amankan dari Purworejo. Dan yang bersangkutan kita amankan ke Jakarta. Yang bersangkutan menyatakan bukan dia yang melakukan. Tetapi kita masih dalami. Sampai sekarang kita masih belum mendapatkan hasil. Masih pemeriksaan,” ujar dia.

Ketua DPP IMM Ali Muthohirin sebelumnya mengatakan, kadernya itu telah membantah soal tuduhan tersebut. “Iya, sekalipun membantah, bukti permulaan karena nge-tweet itu,” kata Ali. (knv-dn)