Menerapkan Alur Maju-mundur, Film ‘Sully’ Sukses Hisap Konsentrasi Penonton

film sully

Meski menerapkan alur maju mundur, film Sully yang diadaptasi dari kisah nyata pesawat maskapai US Airways yang mendarat darurat di sungai Hudson, New York, tidak membuat penonton bingung. Berkat garapan tangan dingin sutradara Clint Eastwood dan penulis naskah Todd Komarnicki, mereka mampu menghisap konsentrasi penonton untuk fokus mencerna alur cerita yang mereka sajikan.

Kisah dalam film ini bemula saat seorang pilot US Airways Capt. Chesley B. Sullenberger atau ‘Sully’ yang diperankan oleh actor kawakan Tom Hank mendapatkan mimpi buruk. Pada suatu pagi yang cerah saat musim dingin awal tahun 2009, pesawat yang diterbangkan Sully ditabrak sekawanan burung ketika baru saja take off dari bandara La Guardia, New York. Dua mesin pesawat itu dinonaktifkan karena mengalami gangguan, hingga pesawatpun dalam kondisi tidak stabil untuk terus terbang hingga ke tujuan.

Sully pun segera melakukan komunikasi dan berdiskusi dengan pihak ATC (air Traffic Control) untuk mencari jalan terbaik agar pesawat beserta isi yang ada di dalamnya dapat diselamatkan. Hanya ada dua pilihan baginya, kembali ke bandara La Guardia atau mencari permukaan bumi yang rata untuk melakukan pendaratan darurat.

Dalam kondisi yang teramat genting dan berpikir matang dalam waktu yang relatif singkat pula, Sully memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di sungai Hudson. Keputusannya itu amat berisiko yang kemungkinan besar akan menghilangkan sebagian besar nyawa orang-orang yang ada di dalam pesawat, bahkan seluruhnya bisa saja tidak selamat. Namun menurutnya saat itu, hal tersebut merupakan satu-satunya pilihan yang paling memungkinkan untuk dilakukan agar seluruh nyawa yang ada dalam pesawat itu dapat diselamatkan.

Mendarat di Permukaan Air

Histori dalam dunia penerbangan mencatat bahwa semua pendaratan yang dilakukan permukaan air tidak akan pernah membawa penumpang dan awak pesawat pada keselamatan. Namun Sully berhasil melakukan pendaratan penyelamatan yang berisiko tinggi pada keselamatan awak dan penumpang. Semua penumpang dan awak selamat, Sully memastikannya sendiri sebelum akhirnya ia menjadi orang terakhir yang keluar dari pesawat untuk dievakuasi.

Baca Juga:

Heroisme Pendaratan Darurat hingga Misi SAR Pilot TNI AL

Kisah Wing Garuda dalam Operasi Trikora: Baku Tembak Hingga Pendaratan Darurat

Oleh sebab itu, peristiwa naas tersebut pun kala itu dikenal dengan sebutan ‘Miracle on the Hudson’ oleh media setempat, karena berhasil memecahkan mitos maut pesawat yang melakukan pendaratan darurat di permukaan air. Dalam waktu sekejap, ia pun dianggap sebagai seorang pahlawan.

Dalam majalah Time edisi khusus ‘Top 100 Most Influential Heroes and Icons of 2009’ yang terbit 11 Mei 2009, Chuck Yeager –tokoh legendaris dunia penerbangan– mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Sully merupakan bagian dari pekerjaannya. Instingnya sebagai pilot selama puluhan tahun membawanya pada keputusan mendaratkan pesawat di sungai, bukan kembali ke bandara.

Kepahlawanan Atau Kesalahan?

Tak henti sampai di situ, cerita dilanjutkan dengan investigasi insiden yang menimpah pesawat milik US Airways itu. Tim ACARS (Aircraft Communications, Addressing and Reporting System) beserta lembaga riset penerbangan lainnya secara tidak langsung memojokan Sully sebagai biang kecelakaan karena perhitungannya yang tidak jelas.

Kontras, Sully beranggapan lain, ‘feeling’ kuatnya sebagai pilot selama lebih dari 40 tahun membawanya menuju keputusan itu. Keluarga Sully pun tidak percaya atas keputusan yang diambilnya. Capt. Sully dan Co-pilot Jeffrey Zaslow masih merasa bahwa kecelakaan yang diawali oleh tabrakan hebat dengan sekawanan burung yang memaksa mereka untuk mendaratkan pesawat di Sungai Hudson merupakan keputusan yang sangat tepat.

Research Team menunjukan bukti yang jelas bahwa harusnya Sully mengambil keputusan lain yang lebih tepat saat itu. Melalui simulasi penerbangan, semua hasil merujuk pada satu pendapat, yakni Sully bersalah atas tindakan yang ia lakukan.

Tindakan kepahlawanan Sully yang berhasil menyelamatkan seluruh awak dan penumpang pesawat yang ia kemudikan dipertanyakan sebagian pihak. Terdapat spekulasi yang menyebutkan bahwa sebetulnya ia masih bisa mendaratkan pesawat dengan selamat di bandara. Dengan begitu, pesawat masih dapat digunakan karena tidak terendam dalam air di Sungai Hudson.

Baca Juga:

Kisah Skadron Udara 8 Evakuasi Korban OPM yang Mendebarkan

Kisah Daniel Maukar, Penempur yang Lakukan Aksi Makar

Hal yang menjadi frame dalam film yang digarap Clint bukan sekadar kisah kepahlawanan Sully yang berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di tengah sungai Hudson. Namun ternyata ada pihak seperti maskapai, produsen pesawat dan asuransi yang butuh penjelasan terperinci tentang sebab-musabab terjadinya peristiwa naas nan ajaib itu.

Suksesi Film

Sully adalah film yang setelah menontonnya membuat seisi bioskop merasa ikut bangga. Buktinya, tak lama setelah film selesai, terdengar suara tepuk tangan yang dilontarkan beberapa penonton sebagai saksi kebanggaan pada pemeran dan ceritanya. Hal itu dialami langsung oleh penulis ketika ikut menjadi bagian dari mereka yang menonton film tersebut beberapa waktu lalu.

Sebagai penikmat film dan orang awam dalam industri ini, penulis memberikan rating 9 untuk film ini. Grafis, acting, properti, jalan cerita mampu membius penonton yang dengan maksimal untuk menyelami benang merah dan pesan film itu. Namun yang menjadicatatan, film yang berdurasi 95 menit ini harusnya bisa membuat penonton lebih ‘greget’ dengan cerita ketakutan penumpang dan identifikasi yang lebih mendalam sebagai tambahan pendukung tuduhan terhadap Sully.

Baca Juga:

Laksanakan Operasi Tumpas di Irian, Bronco Diserbu Cuaca Ganas

Insiden dan Pengalaman Seorang Penerjun Wanita Profesional

Nah, apa yang dilakukan Sully dan Jeff? Bagaimana hasil investigasi kecelakaan tersebut? Akankah Sully terbang kembali dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga? Seperti apakah Sully akan dikenang? Angkasawan perlu tonton film Sully selengkapnya.

The post Menerapkan Alur Maju-mundur, Film ‘Sully’ Sukses Hisap Konsentrasi Penonton appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *