Menhub: X-Ray Kargo Tak Cukup Sekali

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Otoritas Bandara, khususnya di wilayah I Soekarno-Hatta, untuk menempatkan X-Ray  multi view atau dobel untuk pemeriksaan kargo udara di Regulated Agent (RA) dan pergudangan (warehouse) mulai 1 Oktober nanti. PT Angkasa Pura II juga diminta sesegera mungkin melakukan integrasi sistem, baik dengan airlines maupun RA.

Hal tersebut diungkapkan Budi Karya sewaktu melakukan inspeksi mendadak kemarin (28/8) , setelah melihat bahwa kinerja penanganan kargo udara masih belum seperti yang diharapkan dan perlu ditingkatkan. Inspeksi Menhub ke area ekspor Garuda Indonesia Cargo dan beberapa RA di kawasan Bandara Soekarno-Hatta itu didampingi oleh Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soetta Herson, Plt Direktur Utama PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjpo, serta para pejabat dari PT Gapura dan Garuda Cargo.

“Indonesia sebagai salah satu negara anggota ICAO wajib mematuhi seluruh ketentuan keamanan penerbangan yang telah ditetap oleh ICAO. Wajib hukumnya bagi pengelola bandara, airlines, dan regulated agent untuk menaati ketentuan tersebut, termasuk temuan-temuan dari otoritas penerbangan sipil negara mitra,” ujar Budi Karya.

Sebelumnya memang ada audit dari Uni Eropa bidang Penerbangan Sipil, yang hasilnya adalah menemukan beberapa kelemahan keamanan di area terminal kargo Soekarno-Hatta. Kelemahan itu, antara lain, dalam security check  point dan acccess control.

Di samping teknis operasional, Menhub juga memperhatikan regulasi terkait penanganan kargo. “Saya juga minta Dirjen Perhuhungan Udara untuk review PM  Nomor 153 Tahun 2015, baik dari sisi persyaratan operasional maupun pengusahaan,” tuturnya. Peraturan tersebut adalah tentang Pengamanan Kargo dan Pos serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo dan Pos yang Diangkut dengan Pesawat Udara.

Menurut Ketua Umum APPKINDO (Asosiasi Perusahaan Pengamanan Kargo dan Pos Indonesia) atau asosiasi RA, Andrianto Soedjarwo, RA di Indonesia baru ada tahun 2010. Seiring dengan waktu, pemeriksaan lewat RA dibenahi dan ditingkatkan. “Dengan adanya RA, pemeriksaan jadi lebih fokus dan lebih teratur. Contohnya, pemeriksaan barang untuk penerbangan domestik saja tak bisa diperiksa menumpuk,” ujarnya.

Peralatan untuk mendeteksi barang pun lebih canggih. Andrianto mengatakan, zaman dulu teknologi tak diperbarui, tapi sekarang teknologinya sama dengan yang digunakan di AS dan Eropa, seperti adanya explosive trust detector dan pendeteksi narkoba. “Detektor itu bisa mencium kimianya. Ada juga x-ray yang bisa menembus besi baja yang tebalnya 32 cm. Alat-alat kami sudah advance dan akan disertifikasi,” ucap Andrianto, mencontohkan alat-alat yang sudah dipunyainya di perusahaan RA miliknya, PT Fajar Anugerah Semesta.

The post Menhub: X-Ray Kargo Tak Cukup Sekali appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *