Pasar Tanker A330 MRTT Tumbuh, Airbus Kebut Inovasi

Airbus Defence and Space bangga melihat pasar pesawat tanker A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) terus tumbuh. Pesawat penyuplai bahan bakar di udara dengan kapasitas maksimal 111 ton dan diperkenalkan sejak tahun 2011 ini telah dipesan 49 unit dimana 27 di antaranya telah dioperasikan oleh empat pengguna: AU Australia (5), AU Inggris (13), AU Arab Saudi (6), dan AU Uni Emirat Arab (3). Terdorong semangat tinggi, grup Airbus ini pun mengebut inovasi-inovasi baru untuk tanker multigunanya.

Tahun lalu A330 MRTT berhasil mengantongi 40.000 jam terbang, sehingga sampai saat ini total telah terkumpul lebih 85.000 jam terbang diraih oleh pesawat turunan A330-200 ini.
Lebih menggembirakan lagi, satu A330 MRTT milik RAAF (kode AU Australia: KC-30A) sejak September 2014 langsung dilibatkan dalam Operasi OKRA dalam menumpas kelompok ISIS di Timur Tengah. Per Mei 2016, pesawat ini telah melaksanakan 631 sorti penerbangan atau rata-rata 30 sorti per bulan. Jumlah jam terbang terkumpul mencapai 5.000 jam terbang atau rata-rata 250 jam terbang sebulan.

Jeronimo Amador, Kepala Pemasaran A330 MRTT. Sumber gambar: Roni Sontani
Jeronimo Amador, Kepala Pemasaran A330 MRTT. Sumber gambar: Roni Sontani

Jeronimo Amador, HO Marketing MRTT & Other Airbus Derivatives, mengatakan, rata-rata tingkat kesuksesan misi yang dijalankan KC-30A RAAF di palagan Timur Tengah mencapai 96-98%. “Dengan hanya satu tanker saja, KC-30A berkontribusi menyuplai 10% dari semua bahan bakar yang digunakan dalam operasi gabungan itu,” ujarya kepada wartawan di Donauworth, Swabia, Jerman pada acara Trade Media Briefing, 21 Juni 2016.

Prestasi lain KC-30A tercapai pada 27 April 2016 ketika pesawat ini berhasil mencapai angka 50 juta pon bahan bakar digunakan untuk “menyusui” pesawat lain di udara.

Tahun 2015, bekerja sama dengan AU Arab Saudi (RSAF), Airbus Defence and Space melakukan uji coba pengisian bahan bakar di udara menggunakan A330 MRTT terhadap pesawat E-3A Sentry (AWACS) dan tanker KE-3 menggunakan metode boom. Pengujian dilaksanakan dalam sembilan kali penerbangan, 107 kontak pengisian, dan menyalurkan 101.000 pon bahan bakar. Sebelumnya, dengan Arab Saudi, A330 MRTT juga sukses mengisi bahan bakar di udara terhadap pesawat F-15, Eurofighter Typhoon, dan Tornado.

Uji coba pengisian bahan bakar di udara oleh KC-30A terhadap F-35A RAAF. Sumber gambar: Aribus Defence and Space
Uji coba pengisian bahan bakar di udara oleh KC-30 terhadap F-35A RAAF. Sumber gambar: Aribus Defence and Space

Airbus Defence and Space juga bekerja sama dengan AU Australia (RAAF) dalam menguji coba tanker A330 MRTT untuk menyuplai bahan bakar di udara ke beberapa pesawat berbeda dengan hasil memuaskan. Yakni terhadap pesawat E-7 Wedgetail (RAAF), F-35A (USAF), F-16C/D (USAF), dan C-17A (USAF).

Kemudian pada April-Mei 2016 di wilayah Patuxent River milik Angkatan Laut AS, Airbus Defence and Space bekerja sama dengan AU Inggris menguji coba proses air refueling A330 MRTT (kode RAF: Voyager) terhadap F-35B Lightning II dengan hasil yang juga memuaskan. “Jadi, kita bisa lihat di sini bahwa uji coba pengisian bahan bakar di udara oleh A330 MRTT semuanya sukses dilaksanakan, baik terhadap pesawat kecil maupun pesawat besar,” tambah Amador yang juga menjelaskan bahwa A330 MRTT juga telah melaksanakan air refueling terhadap jet tempur Rafale dan pesawat angkut militer A400M milik Perancis.

Inovasi baru

Inovasi baru diciptakan oleh tim Airbus Defence and Space untuk meningkatkan kemampuan proses pengisian bahan bakar di udara A330 MRTT. Yakni dengan menambahkan beberapa perangkat seperti alat bantu visual di sistem Hose & Drogue untuk memberi tahu jarak aktual antara pesawat tanker dengan pesawat pesawat penerima.

Kemudian lampu trafik yang selain mengindikasikan jarak juga status dari proses pengisian bahan bakar. Lainnya adalah penambahan lampu penanda di bagian Hose agar pilot bisa memastikan posisi kubah jaring dari selang pengisi bahan bakar itu sudah pas dengan “belalai” di pesawat penerima bahan bakar. Hal ini sangat berguna saat pengisian bahan bakar dilakukan malam hari.

Pengisian bahan bakar oleh A330 MRTT terhadap A400M. Sumber gambar: Airbus Defence and Space
Pengisian bahan bakar oleh A330 MRTT terhadap A400M. Sumber gambar: Airbus Defence and Space

Lampu penanda juga dipasang di pod yang ditempatkan di sayap A330 MRTT. Pilot penerima bisa melihat kode lampu yang menandakan panjang dari selang bahan bakar. Alat ini baru diintegrasikan untuk diuji coba terlebih dahulu menggunakan pesawat A310 Maret lalu.

Dengan berbagai penyempurnaan tersebut, Airbus Defence and Space optimistis pesawat tanker A330 MRTT dapat meraih pasar yang tinggi. Selain empat negara pengguna saat ini, pesanan lain untuk A330 MRTT datang dari Perancis (9), Singapura (6), dan Korea Selatan (4). Pertengahan Juli 2016, pesawat A330 MRTT ke-14 untuk AU Inggris dijadwalkan akan dikirimkan oleh Airbus Defence and Space. Pembelian ini merupakan bagian dari program FSTA (Future Strategic Tanker Aircraft) RAF.

Airbus Defence and Space saat ini tengah mengerjakan produk terbaru A330 MRTT. Unit pertama akan dikirimkan kepada AU Singapura (RSAF) dimana uji penerbangannya akan dilaksanakan akhir tahun ini. Demikian juga dengan Perancis dan Korea Selatan, keduanya akan menerima varian terbaru yang telah menjalani modifikasi menyangkut aerodinamika, struktur, dan avioniknya. A330 MRTT varian baru ini dapat membawa bahan bakar 20% lebih banyak yang artinya juga menambah daya jelajahnya.

Opsi lain yang ditawarkan kepada operator, adalah menambahkan perangkat komunikasi satelit, pengamatan, dan pengintaian. “Kami akan melengkapi pesawat ini dengan sistem COMINT (communication intelligence) dan ELINT (electronic intelligence) sehingga bisa terkoneksi dengan jaringan medan peperangan. Artinya A330 MRTT tidak hanya berfungsi sebagai truk pengangkut bahan bakar saja,” ujar Amador. Sebagai pesawat tanker multiguna, kabin A330 MRTT juga dapat digunakan juga untuk mengangkut kargo sebanyak 45 ton atau membawa 380 penumpang dalam konfigurasi kelas ekonomi.

Lalu berapa banyak target penjualan A330 MRTT dalam beberapa tahun ke depan? “Kami mencanangkan 85 unit A330 MRTT dapat terjual dalam delapan tahun ke depan atau hingga tahun 2024,” ujar Jean Pierre Talamoni, HO Sales and Marketing.

Menarik dicermati, dari daftar pesanan terlihat negara kecil Singapura membeli enam unit A330 MRTT. Bagaimana dengan Indonesia?

The post Pasar Tanker A330 MRTT Tumbuh, Airbus Kebut Inovasi appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *