Pengaruh kuat Clausewitz dalam dunia militer dan peperangan

Dalam studi strategis, nama Clausewitz menjadi amat berpengaruh, terutama di dunia Barat. Pengaruh kuat Clausewitz dalam dunia militer dan peperangan harum kepermukaan setelah bukunya yang berjudul On War menjadi dasar pemikiran bagi banyak ahli strategi perang. Dengan begitu kontribusi sang Jenderal Prusia ini dalam studi strategis menjadi sebuah hal yang sampai sekarang masih amat  penting untuk dipelajari.

Berbeda dengan Sun Tzu yang tidak memiliki latar belakang yang jelas, jenderal yang bernama lengkap Carl Philipp Gottfried von Clausewitz ini adalah seorang perwira militer aktif yang pernah bertugas di beberapa medan tempur. Oleh karenanya, akan terlihat bahwa berbeda dengan Sun Tzu yang amat filosofis, Clausewitz dalam bukunya terlihat lebih praktis dan mekanis, meski terdapat sisi filosofisnya juga.

Dalam bukunya, Clausewitz mencoba mendefinisikan perang. Ia mengatakan bahwa:

Perang sebenarnya adalah sebuah duel antara beberapa pihak dalam skala yang ekstensif. Oleh karenanya, perang ditujukan untuk membuat lawan mengikuti kehendak kita. Perang adalah kelanjutan dari kebijakan suatu pihak (adagium ke-24 Clausewitz: Perang adalah diplomasi dengan cara lain)

Clausewitz menekankan adanya beberapa aksi resiprokal yang dianggapnya selalu ada dalam perang:

1. Bahwa perang adalah tindakan kekerasan dimana salah satu pihak memaksakan kehendaknya pada pihak yang kalah dalam batas tertingginya.

2.Tujuan perang adalah mengalahkan dan melucuti lawan dari senjatanya. Karena kalau lawan tidak dikalahkan secara total, maka ia akan bisa mengalahkan kita dikemudian hari yang akhirnya ia akan memaksakan kehendaknya pada pihak yang sebelumnya memenangkan peperangan.

3.Untuk mengalahkan musuh, maka harus meningkatkan kekuatan untuk melebihi batas kemampuan bertahan musuh. Namun, tentunya musuh kita juga berpikiran sama, dan oleh karenanya akan terjadi perlombaan peningkatan kemampuan.

Jenderal kelahiran Burg bei Magdeburg, Prussia, 1 Juli 1780 ini memandang bahwa perang adalah penggunaan kekerasan untuk membuat lawan mengikuti kehendak kita. Dengan demikian kekerasan hanyalah sebuah cara untuk memperoleh kepentingan dan melucuti senjata musuh agar ia tidak bisa lagi melawan adalah tujuan dari sebuah perang. Karena menurut Clausewitz hasil dalam peperangan tidaklah absolut, dalam arti bahwa kekalahan maupun kemenangan bisa jadi hanyalah kejadian sementara.

Namun Clausewitz juga menilai bahwa penghancuran total bukanlah cara yang tepat untuk memenangkan peperangan. Ia mencontohkan pada kasus perang tahun 1814, bagaimana pengambilalihan wilayah musuh adalah salah satu cara efektif. Andai saja saat itu salah satu pihak menghancurkan kota musuh dengan amat destruktif, maka hilang pula nilai kota yang direbut tersebut bagi musuh dan bagi pemenang perang.

Dalam pandangan para pemikir, yang dimaksud Clausewitz disini adalah membuat musuh menyerah dengan cara menyerangnya dari sisi yang amat ditakutinya. Hal ini merupakan teori Clausewitz yang dikenal dengan sebutan ‘Center of Gravity’. “Ketika musuh terlalu bergantung pada sesuatu, maka serang ia pada titik itu, dan ia akan kehilangan pegangan serta menyerah.”

Kekerasan dan pertumpahan darah merupakan elemen paling penting dalam sebuah peperangan. Dalam menyusun strategi perang, pihak yang tidak melakukan hal tersebut berarti justru telah menciptakan kekalahannya sendiri.

The post Pengaruh kuat Clausewitz dalam dunia militer dan peperangan appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *