Pertempuran Assal Utar, Bak Nabi Daud Mengalahkan Goliath

Pada 8 September 1965, Pakistan meluncurkan pasukan infanetri dan tank-tanknya melintas batas, mengejutkan India yang belum sempat memobilisasi pasukannya. Beberapa saat sebelumnya, pasukan komando Pakistan sudah masuk lebih dulu untuk mencari data intelijen mengenai gerakan pasukan India di Kashmir.

Gerak maju Pakistan tak dapat dibendung dimana mereka berhasil menduduki kota Khem Karan, 5 kilometer dari garis perbatasan. Pakistan menurunkan tank-tank M48 Patton yang baru. Sebaliknya, India saat itu hanya memiliki tank ringan AMX-13 yang jelas sangat-sangat tidak sebanding, plus sejumlah jip yang diperlengkapi recoiless ifle 106mm.

Selama tiga hari tank-tank Pakistan dari 1st Armored Division yang jumlahnya 300 unit (50 M48, M47 dan M24 Chaffee) terus merangsek dan memukul mundur pasukan India. Berkali-kali pasukan India melancarkan manuver mundur teratur, membuat perimeter, namun kembali dipukul telak, hal ini terjadi berkali-kali.

India berupaya menahan gerak maju pasukan tank Pakistan sebelum mereka bisa merebut jembatan vital di Harike dan Beas Bridge, lalu mencapai jalan raya yang menuju ke Amritsar. Kalau Pakistan berhasil, tidak akan ada yang menghentikan manuver Pakistan untuk merebut kota Delhi.

Tentara Pakistan berfoto di Khem Karan. Sumber gambar: wikikedia
Tentara Pakistan berfoto di Khem Karan. Sumber gambar: wikikedia

Akhirnya resimen lapis baja India berhasil dimobilisasi, terdiri dari 45 M4A4 Sherman, 45 AMX-13/75, dan 45 Centurion MkVII dari 1st Indian Armoured Division “Black Elephant”. Ketiga tank ini dibariskan di luar desa Asal Uttar di Punjab Barat. Rencananya, tank-tank India harus bisa menahan gerak maju tank Pakistan dan kalau perlu melancarkan serangan balik dan merebut Lahore.

Sementara kontingen pasukan Pakistan mabuk dalam kemenangan. Mereka bahkan berfoto ria merayakan jatuhnya Khem Kharan dan mengira India sudah lari tunggang langgang.

Tank-tank India jelas jauh kalah kualitas dan kaliber meriam. Seluruh tank tersebut ditempatkan dalam formasi bertahan membentuk”U”di belakang perkebunan tebu dan desa Asal Uttar. Formasi tersebut memungkinkan tank-tank India yang lebih lemah untuk menembak bersamaan dari tiga arah, dan menaklukkan tank Pakistan yang lebih superior.

Alam berpihak pada pasukan India, karena pada bulan itu tebu belum dipanen dan sedang tinggi-tingginya sehingga posisi tank-tank India tersembunyi dengan baik. Sesuai dugaan, tank-tank Pakistan akhirnya berhenti di Asal Uttar untuk beristirahat, karena di masa itu belum ada perangkat pengindera malam untuk dapat bergerak dengan mudah di malam hari.

Pada malam hari 10 September 1965, korps zeni tempur India dengan cerdik dan hati-hati menjebol kanal sehingga airnya membanjiri perkebunan tebu di Asal Uttar. Mereka bekerja sepanjang malam sehingga pada pagi harinya kebun tebu tersebut sudah berubah menjadi lautan lumpur layaknya sawah.

India sengaja memancing dengan menembakkan howitzer ke belakang tank-tank Pakistan sehingga lawan bergerak maju semakin kencang. Ketika tank-tank Pakistan mulai memasuki area perkebunan tebu, mereka tidak bisa pergi jauh. Tanah yang sudah berubah menjadi lumpur mengikat rantai dan roda tank M47 dan M48 yang berat; perlahan-lahan tank yang memaksa maju malah terbenam semakin dalam.

Selagi pasukan tank Pakistan kebingungan, situasi ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh tank-tank India yang membuka tembakan dari jarak sangat dekat. Awak tank Pakistan memandang dengan horor kilatan cahaya dari balik rimbunan tanaman tebu; sedetik kemudian puluhan awak tank meregang nyawa, jadi mangsa empuk tanpa bisa berbuat apa-apa.

AMX-13 yang walaupun kanonnya hanya 75mm tetapi memiliki sistem pengisian magasen memompa sebanyak mungkin tembakan ke arah M47 dan M48 yang membeku sebelum sempat membalas. Ketika asap mesiu menghilang, 99 tank Pakistan sudah hancur dan rusak, sementara India hanya kehilangan 10 tank.

Dalam sekejap, pertempuran tank terbesar setelah Perang Dunia II ini berakhir untuk kemenangan India. Pasukan Pakistan yang tersisa melarikan diri atau ditangkap sesudah menyerah. Secara efektif, taktik India yang brilian sudah menyelamatkan negeri itu dari ancaman Pakistan.

Untuk merayakan kegemilangan korps lapis baja dan kavalerinya, pemerintah India mendirikan monumen Patton Nagar (Kota Patton) yang dibuat dengan menjejerkan bangkai M47 dan M48 yang berhasil dihancurkan pada pagi hari di Asal Uttar yang menentukan tersebut. Sebagian M48 yang masih berfungsi baik atau rusak ringan dirampas oleh India dan dipergunakan sendiri, dengan jumlah 11 unit.

The post Pertempuran Assal Utar, Bak Nabi Daud Mengalahkan Goliath appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *