Phoenix Raven, Sang Pengaman Fasilitas USAF

Seorang personel Phoenix Raven menjaga C-130 Hercules dan seluruh kru sesaat setelah mendarat di pangkalan Kirkuk, Irak. Sumber gambar: USAF/Master Sgt. Al Gerloff

Bicara teror, target yang umum disasar tak hanya rakyat sipil melainkan bisa pula fasilitas militer beserta isinya. Paling tidak, hal itulah yang mendasari Air Mobility Command (AMC) membentuk satuan khusus bernama Phoenix Raven.

Phoenix Raven dibentuk untuk menjalankan tugas pengamanan dan penanggulangan serangan (termasuk teror) terhadap alutsistanya, terutama pesawat-pesawat angkut yang merupakan tulang punggung AMC. Bahkan di Amerika sendiri, satuan khusus yang satu ini terbilang minim publikasi, apalagi di kalangan awam. Selain kelahirannya memang belum terlalu lama, jumlah personelnya pun sedikit, ditambah lagi misinya yang tak biasa dan nyaris senantiasa luput dari pantauan media.

Pasukan khusus ini adalah pasukan komando yang beranggotakan sekitar 200-an personel yang merupakan bagian dari Air Force Security Forces (AFSF) yang di-BKO-kan di bawah Air Mobility Command (AMC), sebuah komando utama di bawah AU AS (USAF).

Pengamanan terhadap aset-aset AU AS khususnya pangkalan udara dan isinya diemban oleh AFSF sejak 1942 kala AU AS masih berada di bawah AD AS. Nama AFSF baru dipakai sejak 1997 seiring reorganisasi besar-besaran yang dilaksanakan pada jajaran militer AS pasca berakhirnya Perang Dingin.

PErsonel Phoenix Raven berlatih materi pembajakan pesawat. Sumber gambar: USAF/Tech. Sgt. Scott T. Sturkol
Personel Phoenix Raven berlatih materi pembajakan pesawat. Sumber gambar: USAF/Tech. Sgt. Scott T. Sturkol

Dalam pelaksanaan misinya, satu tim Phoenix Raven terdiri dari dua hingga enam personel terlatih yang diintegrasikan dalam kru AMC, khususnya AMC Threat Working Group. Tugas tim Phoenix Raven mulai dari mendeteksi ancaman hingga penangkalannya, pemeriksaan dan penilaian keamanan fasilitas untuk pesawat AMC (hanggar, apron hingga landasannya), hingga memberi masukan atau rekomendasi untuk keamanan para kru AMC lainnya.

Dengan integrasi ini, otomatis personel Phoenix Raven bertanggung jawab langsung pada aircraft commander layaknya kru darat lainnya. Bahkan dalam misi airlift ke area berbahaya, Phoenix Raven dilibatkan dalam perencanaan prosedur dalam misi. Sejak dari pesawat mendarat, menuju tempat parkir, kapan dan bagaimana pengamanan dalam proses bongkar muat, hingga pengaturan keamanan muatan, awak dan pesawatnya sendiri.

Phoenix Raven ditugaskan dalam semua misi AMC. Mulai dari TSM (theater support mission), contingency airlift mission, penempatan ke suatu lokasi atau deployment hingga exercise. Banyaknya tugas di medan tempur tidak berarti di dalam negeri Phoenix Raven menganggur. Pengamanan aset strategis AMC, seperti pesawat tanker juga dilakoni tim elit ini.

The post Phoenix Raven, Sang Pengaman Fasilitas USAF appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *