250 Siswa Kelas 3 SMA Kepung Hotel Horison, Alasan Belum Terkontaminasi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Ratusan siswa kelas 3 mengenakan atribut SMA Muhammadiyah 6, SMA Muhamadiyah 4 dan SMA Muhammadiyah 1 Palembang menyerbu Hotel Horison Ultima Palembang, Jumat (23/3) malam.

Kehadiran 250 siswa itu ternyata mengikuti undangan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang yang mengajak pemilih pemula berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum 27 Juni 2018 mendatang.

“Pemilih pemula diharapkan tak hanya sekadar menjadi kontestasi politik saja, namun juga ikut mengawasi proses pemilu. Mereka bisa laporkan ke tingkatan masing-masing,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Palembang, M Taufik SE MSi dalam acara sosialisasi peran pemilih pemula sebagai pengawas partisipatif menuju Pilkada jujur, aman dan bermartabat.

Turut hadir dalam acara, komisioner Panwaslu Dadang Aprianto dan Komisioner Bawaslu Republik Indonesia (RI) Bidang Hukum Frez Edward Siregar dan Sekretaris Panwaslu Kota Palembang Tri Effendi.

Taufik berharap pilkada juga bisa menjadi pembelajaran politik bagi pemilih pemula khususnya siswa sekolah, sebagai generasi muda. Panwaslu Kota Palembang ingin siswa sekolah khususnya SMA sederajat, lebih berkontribusi dalam proses Pilkada Serentak 2018, khususnya sebagai pengawas.

“Sosialisasi ini terus kita lakukan baik stake holder, tokoh masyarakat, pemuda maupun siswa dan mahasiswa, untuk berperan aktif melakukan pengawasan partisipatif di Pilkada dan pemilu ini. Anak SMA ini kita nilai belum terkontaminasi politik, sehingga diperlukan pengawasan partisifipatif dari pemilih pemula itu, apalagi jumlahnya hampir 30 persen dari jumlah pemilih yang ada,” jelasnya.

Diharapkan dengan peran pemilih pemula dalam pengawasan, menjadikan Pilkada jujur, adil dan bermartabat.

“Kami harapkan pemilih pemula bisa berperan aktif dalam melakukan pengawasan, jelang pelaksanaan Pilkada ini. Jika terjadi kecurangan untuk segera melapor jangan berdiam diri,” harapnya.

Komisioner Bawaslu RI Bidang Hukum Frez Edward Siregar berpesan, jika pemilih pemula sangat penting perannya dalam proses pemilihan dan pengawasan.

“Pentingnya partisipasi kita untuk perubahan, semuanya tergantung kita sendiri untuk negeri ini, dan tidak bisa berharap kepada orang lain,” ujarnya.

Salah seorang siswa peserta sosialisasi, Feri menyambut baik sosialisasi ini, karena dirinya mengetahui akan hak dan kewajiban dirinya sebagai pemilih selain itu dirinya juga mendapat wawasan pengetahuan politik dari sumber yang berkompeten.

“Ternya kita dapat berperan aktif di setiap Pemilu, selama ini saya pikir diluar timses paslon atau peserta pemilu kita hanya sebagai pemilih pasif,” pungkaanya. (Abdul Hafiz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *