Adik Politikus PDIP Jadi Jaksa Agung, Mbak Eva Bela Keputusan Jokowi

Sumber

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari berharap seluruh pihak tidak dengan mudah melabeli sosok Jaksa Agung ST Burhanudin sebagai orang partai tertentu. Terlebih lagi, pelabelan itu diberikan karena ST Burhanudin ialah adik kandung dari Politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin.

“Kalau masalah bersaudara, berfamili itu kan, tidak bisa mengadili bahwa kemudian dipastikan akan partisan. Kan, begitu,” kata Eva saat dihubungi JPNN, Rabu (23/10).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi amat hati-hati memilih sosok Jaksa Agung di periode keduanya memimpin Indonesia. Satu di antaranya, Jokowi ingin memastikan sosok Jaksa Agung terbebas dari kaitan dengan partai politik.

Baca Juga:

“Pak Jokowi juga pasti hati-hati ketika akan memilih Pak Burhanudin dari karier. Bukan dari comotan aktivis partai politik untuk dijadikan Jaksa Agung. Sebab, ada beberapa catatan di masa lampau yang akhirnya koalisi meminta supaya Jaksa Agung tidak dari partai tetapi dari profesional,” ucap dia.

Sebelumnya Masyarakat Antikorupsi Indonesia atau MAKI menyayangkan keputusan Presiden RI Joko Widodo yang menunjuk ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung menggantikan HM Prasetyo. Sebab, kata Boyamin, penunjukan ST Burhanudin kental dengan muatan politik.

“Kami menyayangkan pilihan Yang Mulia Paduka Presiden Jokowi terhadap Burhanudin, dikarenakan berbau politik dan mengulang kembali pemilihan Jaksa Agung periode sebelumnya,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam pesan singkatnya kepada JPNN, Senin (23/10).

Baca Juga:

Dalam dugaan Boyamin, ST Burhanudin dapat terpilih sebagai Jaksa Agung karena dekat dengan pengurus partai politik. Boyamin mengaitkan status ST Burhanudin yang merupakan adik politikus senior PDI Perjuangan TB Hasanuddin.

“Saya menduga pilihan kepada Burhanudin sebagai Jaksa Agung karena faktor kedekatan dengan tokoh atau pengurus partai yaitu adik kandung dari TB Hasanudin,” terang dia. (mg10/jpnn)