Al-Sisi Diprediksi Menang Pemilu Presiden

loading…

Al-Sisi Diprediksi Menang Pemilu Presiden. (Reuters).

KAIRO – Calon presiden (capres) pertahanan Abdel Fattah al-Sisi diprediksi akan memenangkan pemilu presiden dengan mudah. Dia diyakini banyak pihak akan mudah mengalahkan rivalnya, Moussa Mustafa Moussa.

Yang menjadi perhatian publik adalah tingkat partisipasi publik pada pemilu tersebut yang masih menjadi pertanyaan.  Untuk mendongkrak jumlah pemilu, pemerintah menggelar pemilu selama tiga hari. Apalagi, adanya seruan dari kubu oposisi yang meminta warga agar tidak memberikan suaranya pada pemilu.

Sisi menyarankan warga Mesir untuk memberikan suaranya. Dia juga melihat pemilu kali ini sebagai referendum untuk periode kedua selama empat tahun mendatang dibandingkan kontestasi demokrasi yang serius.

Banyak warga Mesir menganggap Sisi membawa stabilitas sejak 2011. Tapi, kubu oposisi menganggap Sisi menggunakan tangan besi untuk membungkam lawan politiknya. Dengan janji memperbaiki ekonomi Mesir yang porak poranda. Namun Sisi mengandalkan hutang dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Sisi, 63, yang pemimpin kudeta militer menggulingkan presiden Mesir yang pertama kali dipilih secara demokratis Mohamed Mursi pada 2013, tetap menjanjikan stabilitas dan keamanan pada periode kedua kepresidenannya. Dia berjanji akan mengalahkan gerilyawan di Semenanjung Sinai. Dia juga menjanjikan banyak mega proyek ekonomi.

Pada awal pemungutan suara, para saksi mata mengungkapkan jumlah pemilih relatif sepi. Tapi, ketika hari normal, banyak warga Mesir yang diprediksi akan memberikan suaranya pada jam kerja.

Namun, banyak pihak menduga kalau tingkat partisipasi pemilih pada pemilu kali ini akan rendah. Itu menyebabkan Sisi akan kehilangan mandat dan dukungan.

“Pemilu kali ini memiliki dimensi populis yang punah,” kata Ziad Akl, peneliti senior di Al-Ahram Center for Political and Strategic Studies, dilansir Al Jazeera. “Hasil pemilu kali ini telah diketahui dengan begitu tingkat partisipasi adalah hadiah besar. Rezm akan memanfaatkannya,” paparnya.

Pemerintah pun menyarankan warga untuk memberikan suara. Bus dan truk dikerahkan dengan memutarkan lagu-lagu heroik dan meminta warga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Masyarakat harus berpartisipasi dengan penuh kekuatan,” kata Perdana Menteri (PM) Sherif Ismail kepada stasiun televisi milik pemerintah.

Seorang pemilih berusia 76 tahun, Saad Shahata, mengatakan datang ke TPS untuk memberikan suara kepada Sisi. “Siapapun yang tidak berpartisipasi pada pemilu kali ini adalah pengkhianat,” ungkap Shahata dari Provinsi Monofiya.

Pemilu kali ini juga dituding hanya sebagai sandiwara politik. Itu terlihat karena pemilu presiden kali ini diikuti dua capres Abdel Fattah al-Sisi dan Moussa Mustafa Moussa. Awalnya ada tujuh capres, tapi banyak yang mundur dari pertarungan termasuk pengacara hak asasi manusia (HAM) Khalid Ali dan mantan perdana menteri ( PM) Ahmad Shafiq.

Awal Januari lalu, mantan kepala staf angkatan darat Mesir Sami Anan ditahan setelah mengumumkan pencalonannya. Banyak tokoh oposisi menyerukan boikot mengikuti pemilu. (Andika Hendra)

(nfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *