Bawaslu: Indeks Kerawanan Pemilu Tergantung Dinamika Politik Setempat

Sumber
Komisioner Bawaslu  dan Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono (tengah) di Kantor Bawaslu Sulsel, Senin (16/4/2018). (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar –  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, La Ode Arumahi sependapat dengan tiga daerah yang dimaksud  Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, sebagai daerah yang masuk dalam kategori Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).

“Kalau kami sejak awal telah rilis daerah – daerah yang rawan. Termaksud yang disebut pak gub, seperti Makassar, Sidrap dan Kota Palopo,” ujar La Ode Arumahi, di kantor Bawaslu Sulsel, kemarin.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel mengatakan tiga daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018 itu, rawan terjadi gesekan karena tensi politik di daerah tersebut cukup tinggi akhir – akhir ini.

La Ode melanjutkan, selain tiga daerah tersebut, Kota Parepare dan Kabupaten Luwu juga masuk dalam daerah yang rawan terjadi gejolak Pilkada. Namun kata La Ode, daerah yang masuk indeks kerawan pemilu dapat dilihat dari dinamika politik yang terjadi di daerah yang menggelar Pilkada.

“Tapi kan hasil kajian itu setelah tahapan. Kondisinya juga tergantung dari dinamika yang terjadi. Rawan itu juga ada kategorinya, rawan satu, rawan dua dan rawan tiga,” tutur La Ode Arumahi.

  • Arya Wicaksana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *