Disaksikan Megawati, Puan Mengakhiri Pidato Perdana Sebagai Ketua DPR dengan Teriakan Merdeka!

Sumber

Puan Maharani menyampaikan pidato perdana sebagai Ketua DPR RI usai mengucapkan sumpah dan janji bersama para wakil ketua DPR, Selasa (1/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Pelantikan Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024, tampak berkesan di sidang paripurna Dewan yang berlangsung pada Selasa malam (1/10). Sebab, momentum itu dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus ibu kandungnya.

Setelah dilantik dan mengucap sumpah jabatan dipandu Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Puan bersama empat Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Rahmat Gobel (Nasdem), dan Abdul Muhaimin Iskandar (PKB), langsung menduduki kursi pimpinan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu kemudian membuka sidang dilanjutkan penyampaian pidato perdananya sebagai ketua DPR perempuan pertama. 

Baca Juga:

“Yang saya hormati dan cintai, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia,” ucap Puan di awal pidatonya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR periode 2009-2014 ini juga menyapa Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang sebelumnya bersama-sama dengannya di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Puan dalam pidatonya, bersyukur karena prosesi pengucapan sumpah dan janji Anggota DPR RI malam itu terlaksana secara tertib dan lancar. Di mana, dirinya bersama Aziz, Dasco, Gobel dan Cak Imin terpilih sebagai pimpinan.

Baca Juga:

“Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya atas nama Pimpinan Dewan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin DPR RI Periode 2019-2024,” tutur Puan yang tampil mengenakan kebaya merah.

Kepemimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial menurutnya harus diwujudkan dengan membangun semangat kebersamaan, semangat kerja bersama, jiwa bergotong-royong, karena itu akan mengoptimalkan tugas dan fungsi wakil rakyat.