DITELANTARKAN, Warga Villa Nusa Indah Bogor Meminta Gabung ke Kota Bekasi

Gerbang-Perumahan-Villa-nusa-Indah 

Merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Warga Vila Nusa Indah 1-5, Desa Bojongkulur dan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menuntut perpindahan administrasi kependudukan ke Kota Bekasi, yang lokasinya bersebelahan.

Koordinator warga Villa Nusa Indah II, Tri Hernantyo (56) mengatakan, rencananya dirinya bersama warga akan mendeklarasikan tuntutan untuk pindah administrasi ke Kota Bekasi.

Dia mengungkapkan, aksi tersebut akan digelar saat car free day (CFD) di perumahan mereka, atau tepatnya di Bundaran Villa Nusa Indah II, pada Minggu (22/05/2016) mendatang.

“Kami perkirakan ada 1.000 warga yang akan mendukung dan mendeklarasikan tuntutan ini,” ungkapnya.

Dilansir dari beritasatu.com, Tri menjelaskan, rencana deklarasi ini dilatari tidak pedulinya Bupati Bogor terhadap warganya yang berada di pinggiran perbatasan dengan Kota Bekasi.

Mulai dari Jalan yang tidak kunjung diperbaiki sehingga menelan korban jiwa dan materil sampai dengan jauhnya pengurusan segala administrasi di kecamatan gunung putri. Terlebih lagi, saat terjadi banjir yang melanda wilayahnya, pemerintah daerah seakan tutup mata terhadap penderitaan warganya.

Dia membandingkan dengan bencana banjir yang melanda Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Banjir yang terjadi pada 21 April 2016 lalu, semua pihak tergerak untuk membantu warga Perumahan PGP Jatiasih, termasuk mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bekasi, yang langsung mengerahkan dinas terkait membantu warganya.

“Bahkan, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, meninjau langsung ke lokasi. Tapi, di perumahan kami yang juga ikut terendam banjir, tidak diperhatikan pemerintah daerah,” katanya.

Tri bersama dengan warga lainnya, sangat setuju apabila wilayah Villa Nusa Indah itu pindah administrasi ke Kota Bekasi sehingga warganya mendapat perhatian di kala mengalami musibah.

Antara Perumahan Villa Nusa Indah 1 sampai dengan Vila Nusa Indah 5 dengan Perumahan PGP Jatiasih, hanya dipisahkan jembatan Kali Cikeas, sebagai pembatas kedua wilayah tersebut.

Tri Hernantyo yang merupakan warga Villa Nusa Indah II RT 05/RW 24, mengungkapkan warga telah letih bersabar dan berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menanggulangi banjir yang terjadi sejak 2000 lalu.

Sejak perumahannya menjadi langganan banjir, pemerintah setempat tidak pernah membantu warganya dalam hal pemberian logistik dan mengevakuasi korban banjir.

“Terakhir banjir yang merendam perumahan kami setinggi tiga meter, bersamaan dengan banjir PGP, 21 April lalu, bantuan dari pemerintah daerah datang setelah 12 hari kemudian,” imbuhnya. lain halnya ari warga Vila Nusa Indah 5 yang mengeluhkan infrastruktur lalu lintas yaitu jalan dari simpang nagrak hingga tol jatiasih (komsen) yang tidak kunjung beres dan diperbaiki, sehingga menelan korban materil dan jiwa. “saya selalu lew at jalan ini, mau bagaimana lagi, tidak ada alternatif lain, padahal truk truk besar sering lewat, dan herannya dengan muatan berat pun diperbolehkan lewat, jalannya tambah hancur.a.

Dia meyakini, harapan warga saat ini adalah bergabung dengan Kota Bekasi secara administrasi kependudukan dan wilayah, atau memiliki pemerintahan administratif daerah sendiri bergabung dengan daerah lain yang juga berada di tengah Bekasi dan Bogor (RP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *