DPC PDIP Kota Surabaya Terjunkan Tentara Partai untuk Kawal Pemilu

Sumber

SURABAYA, iNews.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (DPC PDI Perjuangan) Kota Surabaya mengukuhkan 200 tentara partai, Sabtu 14 April 2018. Para kader militan itu disiapkan secara khusus untuk mengawal proses Pemilu 2019 mendatang. 

Pengukuhan tentara partai tersebut ditandai dengan Training of Trainer (TOT) Saksi Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, di Hall 1 Kampus STIESIA Surabaya. Mereka akan menjadi komandan bagi saksi di lima daerah pemilihan (Dapil) di Kota Surabaya.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, TOT merupakan agenda partai. “TOT ini tidak untuk kepentingan pemilu, pilkada semata. Tentara partai ini menjadi delegasi partai untuk door

to door, siap digerakan sewaktu-waktu, menjadi ujung tombak di tingkat bawah,” kata Whisnu.

Menurutnya, BSPN merupakan badan penting untuk keberlangsungan partai. Dahulu, saksi untuk event lima tahunan dalam rangka pilpres, pilgub dan pemilu legislatif, direkrut saat mendekati pelaksanaan. Dampaknya, pernah ada pengalaman hilangnya saksi alias dibajak partai lain dan baru diketahui saat dua minggu jelang hari H coblosan.

“Kini saksi merupakan tentara partai. Kenapa dibentuk badan saksi nasional. Ini bukan untuk dum-dum (bagi-bagi) rezeki lima tahunan. Tidak begitu. Ke depan kami bicara saksi merupakan tentara partai, pasukan partai,” ujar Whisnu yang juga putra mendiang tokoh PDI Perjuangan kawakan, Soetjipto.

Namanya tentara, kata Whisnu, harus siap setiap saat. Kapan pun dibutuhkan partai harus siap. Untuk itu Whisnu mengajak saksi menjadi bagian pembentukan kader militan. Tentara partai ini menjadi komandan

pleton di kelurahannya.

Whisnu menandaskan, rekruitmen saksi tidak sebatas satu orang untuk tiap tempat pemungutan suara (TPS), melainkan tiga orang per TPS. Saksi tidak sebatas datang pagi, duduk, mengamati proses pemilihan suara, mengawasi proses penghitungan, dan memberikan laporan.

 “Tapi saksi yang jelas hari H pencoblosan harus paham betul siapa yang jadi pendukung, siapa yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap. Ini penting karena lawan berpotensi melakukan kecurangan secara sistematis. Pemilu ajang perang, jangan sampai dicurangi. Antisipasi model kecurangan seperti apapun,” ucap Wisnu.

Pemilu tahun 2019, menurutnya akan lebih rumit karena ada lima surat suara yang diterima pemilih. Surat suara untuk pemilihan anggota legislatif kota/kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD RI dan presiden.

Waktu penghitungan surat suara yang diperlukan lebih lama. Tiap kotak suara bisa memakan waktu tiga jam. “Tunjukan PDI Perjuangan Surabaya barometer nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sukadar menambahkan mengatakan, saksi merupakan tentara partai yang akan ditugaskan di masing-masing wilayah. “TOT ini dalam rangka menciptakan tentara partai di tingkat TPS, PPS dan PPK. Dalam hal ini untuk mengawal proses pemilu,” kata Sukadar.

Tentara partai tersebut bersifat Ad Hoc, tetap atau permanen. “Dipersiapkan mengawal pilgub Jatim untuk kemenangan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, pemilu 2019, mengawal upaya

menjadikan Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua. Dan akan mengawal Pak Whisnu (Whisnu Sakti Buana) sebagai wali kota Surabaya,” kata Sukadar.

Diketahui, selama TOT ada banyak materi pelatihan disampaikan. Termasuk kader yang sebelumnya pernah menjadi saksi didaulat untuk testimoni pengalaman. Selain itu mereka juga diminta menyusun strategi menjadi tentara partai di masing-masing dapil, apa saja perlengkapan yang harus dibawa dan persiapan lain. Strategi dipaparkan bergiliran untuk dievaluasi dan baru  diberi materi dari BSPN.

Editor : Donald Karouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *