'Hamba Allah' boleh sumbang dana kampanye Pemilu, tapi harus jelas identitasnya

Merdeka.com – Donatur tanpa identitas yang jelas atau pihak yang menggunakan anonim ‘Hamba Allah’ tidak boleh menyumbang dana kampanye pada Pemilu 2019. Itu ditegaskan Komisioner KPU Hasyim Asyari. Biasanya, ‘Hamba Allah’ sering digunakan oleh orang yang menyumbang namun tidak ingin identitasnya diketahui.

BERITA TERKAIT

Menurut Hasyim, jika tetap ingin membantu kampanye lewat sejumlah dana, maka donatur harus menyertakan identitas yang jelas, seperti adanya nama, alamat, dan NPWPnya.

“Hamba Allah boleh, tapi harus jelas identitasnya. Kalau enggak mau (ditulis identitasnya) berarti harus disetor ke kas negara kan,” ucap Hasyim di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/3).

Hasyim menegaskan, menyumbang secara anonim tidak diperbolehkan karena adanya prinsip akuntabilitas dan transparansi. Setiap aliran dana harus dipertanggungjawabkan.

“Prinsipnya itu akuntabel dan transparan. Jadi lebih baik dipertanggungjawabkan di depan manusia. Kalau dia ngarang-ngarang kan diminta pertanggungjawaban sama Allah kan,” imbuhnya.

Berdasarkan Undang-undang pemilu No. 7 Tahun 2017, pasal 327 berbunyi:

1. Dana kampanye yang berasal dari perseorangan sebagaimana yang di maksud dalam pasal 326 tidak boleh melebihi Rp 2,5 Milliar.

2. Dana kampanye yang berasal dari kelompok, perusahaan, badan usaha non pemerintah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 326 tidak melebihi Rp 25 Milliar.

3. Perseorangan, kelompok, perusahaan dan/atau badan usaha yang non pemerintah yang memberikan sumbangan dana sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) harus melaporkan sumbangan kepada KPU.

4. Pemberi sumbangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus mencantumkan identitas yang jelas.

Reporter: Yunizafira Putri

Sumber: Liputan6.com [noe]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *