Hindari Peretasan, KPU Tegaskan Hasil Pemilu Pakai Perhitungan Manual

Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi

Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

KPU akan kembali menerapkan scan C1 untuk Pemilu 2019, setelah berhasil dilakukan pertama kali di Pemilu 2014. Sistem ini memungkinkan masyarakat bisa melihat hasil pemilu secara langsung dan cepat melalui website KPU, baik Pileg maupun Pilpres.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi menjelaskan, data hasil rekapitulasi dalam website itu tidak akan digunakan untuk hasil resmi Pemilu 2019. Ada risiko yang besar bila penetapan hasil akhir dalam pemilu menggunakan data rekap di sistem informasi KPU itu.

“Hasil pemilu secara resmi itu hasil yang direkap secara manual. Jangan seolah-olah IT KPU bisa dibobol sehingga hasilnya bisa diubah. Jadi, pandangan itu nonsense itu,” kata Pramono dalam diskusi bertajuk ‘Kredibilitas, Integritas, dan Netralitas KPU pada Pilkada, Pileg, dan Pilpres, di Hotel Budget Ibis, Menteng, Jakarta Pusat (19/3).

Rekapitulasi manual mengandalkan perhitungan manual berjenjang dari TPS ke kelurahan (PPS), ke kecamatan (PPK), ke KPU kab/kota, ke KPU Provinsi dan KPU RI. Sementara penghitungan digital, petugas KPU men-scan C1 di TPS dan mempublikasikannya di KPU kab/kota. Data akan muncul dalam bentuk tabulasi di website KPU.

Pemungutan suara ulang di TPS 01 Gambir

Pemungutan suara ulang di TPS 01 Gambir (Foto: Aprilio Akbar/Antara)

KPU sangat menyadiri risiko besar bila penetapan suara akhir itu atas dasar rekapitulasi digital. Hal itu sudah terbukti di sejumlah negara Amerika Latin yang sistem pemilihannya berdasarkan e-voting dan e-recap.

“Karena kita tahu persis kalau pakai sistem itu, bisa di-hack, bisa-bisa bubar negara kita. Sekarang negara-negara di Amerika Latin seperti Brazil, yang sudah pakai evoting dan e-recap kembali lagi ke manual. Karena ini memang bahaya sekali resikonya,” terang mantan Ketua Bawaslu Banten itu.

Namun, Pramono tak menangpik KPU saat ini membutuhkan sistem informasi digital. Hal itu terbukti saat KPU menerapkan Sisem Informasi Partai Politik (Sipol) dalam proses pendaftaran partai politik calon peserta pemilu 2019.

“Tapi memang kita semakin ke sini, kami KPU semakin menggunakan IT, salah satunya kemarin kita gunakan Sipol. Untuk kebutuhan pendaftaran partai politik peserta pemilu,” ucap Pramono.

Kotak Suara Baru KPU

Kotak Suara Baru KPU (Foto: Antara/Reno Esnir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *