Kesehatan dan Vonis Hakim Hentikan Peserta Pemilu

Sumber

Kesehatan dan Vonis Hakim Hentikan Peserta Pemilu

Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan ada dua poin yang dapat menggugurkan calon anggota legislatif dan calon presiden pada Pemilu 2019. Masalah kesehatan dan vonis hakim. 

“Pertama berhalangan tetap dan pidana dengan berkekuatan hukum tetap,” kata Pramono di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 3 April 2018.

Pramono menyebutkan berhalangan tetap meliputi sakit dan meninggal dunia. Keadaan ini bisa memaksa calon legislator atau calon presiden itu tidak bisa menjalankan tugas-tugas sebagai kepala negara atau sebagai anggota legislatif. 

Sementara itu, vonis hakim akan memaksa peserta pemilu untuk menjalankan masa hukuman. Mereka pun dipastikan tidak bisa menjalankan tugasnya jika terpilih kelak.

“Jadi, itulah petunjuk dasarnya untuk semua pemilihan umum (pemilu). Nah, tapi kan ini masukan dari banyak pihak bagaimana memperlakukan calon-calon yang masih status tersangka apalagi OTT (operasi tangkap tangan) gitu ya,” ungkap Pramono.

Baca: Hak Politik Koruptor di Tangan Hakim

Di sisi lain, Pramono menyebutkan peraturan KPU untuk mengantisipasi perkara OTT terhadap calon kepala daerah tidak terulang di calon legislatif atau calon presiden, masih belum ditetapkan. Menurut dia, pihaknya masih mengkaji lebih lanjut. 

“Nah ini yang masih kita godok, kemungkinan-kemungkinannya seperti apa. Kalaupun kita akomodasi kemungkinannya jika sudah masuk daftar calon sementara (DCS) masih bisa diganti atau setelah daftar calon tetap (DCT) bisa digantinya. Nah, yang seperti ini butuh penindakan lebih lanjut,” tutup Pramono. 

(OGI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *