Kisruh Pemilu Legislatif 2014, Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Gowa

Online24, Gowa – Kisruh pemilihan legislatif, Dapil 1 Somba Opu pada pemilu 2014 silam yang melibatkan pimpinan DPRD Kabupaten Gowa, Anzar Bate lantaran terkesan tak acuh atas gugatan Hertnest, terkait amar putusan tentang pergantian antar waktu (PAW).

Hal ini ditanggapi oleh Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Anzar Bate saat ditemui pada Kamis (22/3/2018). Ia menekankan bahwa pihaknya telah menindak lanjuti hasil putusan tersebut, sebagaiamana proses dan ketentuan yang berlaku.

“Proses pengusungan PAW ini sudah lama, tentunya prosesnya sudah kami jalankan. Cuma kan, kami di DPRD ini punya aturan. Aturan yang berlaku di tata tertib itu, pengusungan dari DPP yang ditangani ketua dan sekretarisnya, DPD I yang ditandatangani oleh ketua dan sekretarisnya, begitu pula DPD II. Nah, ini yang tidak dilengkapi oleh Hernest,” tutur Anzar Bate memahamkan proseduralnya.

“Mahkamah Partai itu mengikat kedalam ke partainya. Kami ini hanya menerima surat putusan yang wajib dari ketiga tingkatan tadi, belum lagi dari DPP, DPW dan juga DPC. Yang terjadi itu tidak ada. Ada pun surat yang diserahkan ke kami, hanya dari DPC. Bukan kami menahan prosesnya, tapi memang tidak lengkap suratnya. Padahal, aturannya harus lengkap begitu,” jelasnya.

Anzar Bate bahkan menjelaskan bahwa pihak DPRD hanya meneruskan berkas ke KPU agar ada tembusan ke Partai yang bersangkutan, guna pengesahan terkait PAW legislatif DPRD Kabupaten Gowa itu. Bahkan, menurutnya terjadi kesalahan dikubu Hernest yang meminta DPRD mengajukan nama ke KPU.

“Kami sudah teruskan ke KPU suratnya sebagaiaman hasil keputusan pengadilan, juga berkas terkait antara Lukman dan Hernest kita teruskan ke KPU sesuai perintah pengadilan. Tugas kami sudah selesai,” ujarnya.

“Sebenarnya itu salah, penyelenggara pemilu itu KPU dan bukan DPRD, yang menentukan legislatif itu KPU. Siapa pun nama yang ditetapkan, nah itulah yang kami lantik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anzar menegaskan bahwa pihaknya tidak sedikit pun menghambat Hernest. Hanya saja, ada aturan yang harus dipatuhi yaitu ada usungan nama yang diminta oleh KPU kepada DPRD. Sehingga, nantinya akan ditembuskan ke Bupati, lalu ke Gubernur.

“Setelah ada keputusan dari gubernur, maka kami pasti lantik Hernest,” kata Anzar menyampaikan alur pengangkatan legislatif pergantian antar waktu.

Sebelumnya, perkara pemilu legislatif pada tahun 2014 itu telah menuai terang di jalur hukum. Sebagaimana amar putusan Mahkamah Partai yang ditetapkan, sejak Kamis 12 November 2015 dan putusan melalui PN Sungguminasa sejak Kamis 21 Desember 2017 lalu. Namun, Hernest menganggap bahwa gugatannya tidak digubris oleh pimpinan DPRD Kabupaten Gowa hingga saat ini, Kamis (22/3/2018).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *