Komisi Senat Intelijen akan Minta Kesaksian Menteri Keamanan Dalam Negeri AS

Para anggota Komisi Intelijen Senat AS akan melangsungkan tanya jawab dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen mengenai usaha departemennya dalam mencegah campur tangan asing dalam pemilu sela tahun ini.

Jeh Johnson, menteri dalam negeri dalam pemerintahan presiden Barack Obama, juga akan memberi kesaksian di hadapan komisi tersebut, yang selama ini mengecam kedua pemerintahan karena tidak bertindak lebih cepat dalam menangani campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Kesaksian Nielsen dan Johnson ini diminta satu hari setelah panel tersebut merekomendasikan agar Kongres segera meloloskan legislasi untuk meningkatkan bantuan federal terhadap pemerintah negara bagian yang berusaha mencegah peretasan terhadap sistem pemilu mereka seperti yang terjadi pada tahun 2016.

Rekomendasi tersebut dicantumkan dalam temuan pendahuluan komite tersebut setelah lebih dari satu tahun menyelidiki usaha Rusia menarget sistem pemberian suara pada pemilu 2016.

Rekomendasi tersebut juga menyerukan agar para pejabat pemilu negara bagian memastikan mesin-mesin suara memiliki salinan dalam bentuk kertas yang bisa dilacak dan tidak terhubung dengan internet.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan agen-agen Rusia menarget sistem pemilu di 21 negara bagian sebelum pemilu November 2016 dan terlibat dalam usaha media sosial yang dirancang untuk menciptakan kebingungan dan membakar kerusuhan sosial. Namun dinas-dinas intelijen mengatakan tidak ada bukti bahwa aksi peretasan itu mengubah hasil pemilu presiden. [ab/uh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *