“Konsolidasi Olahraga” Jokowi-Airlangga Disiratkan Perkuat Koalisi Pilpres

JAKARTA – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk olahraga pagi di Kebun Raya Bogor. Kegiatan itu juga menjadi ajang kedua tokoh itu untuk berkonsolidasi secara informal untuk membicarakan berbagai hal tentang kebangsaan.

Salah satunya adalah, pembahasan soal Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Golkar sendiri sudah mengumumkan mengusung Jokowi pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

BERITA TERKAIT +

Menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, “konsolidasi olahraga” kedua tokoh itu dapat disiratkan untuk memperkuat koalisi yang sejauh ini sudah terbangun. Sejauh ini, Nasdem, PDIP, Golkar, Hanura, dan PPP resmi mendukung Jokowi di Pemilu 2019.

“Ini (komunikasi politiknya dapat disiratkan) untuk perkuat koalisi aja,” kata Hendri saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Menurutnya, “konsolidasi olahraga” itu juga ingin memberikan pesan kepada lawan-lawan politiknya bahwa Golkar solid mendukung Jokowi. Sehingga, kata dia, pertemuan itu bisa semakin memuluskan Jokowi kembali menang di Pemilu 2019.

“Untuk perkuat jalan Jokowi dua periode Pak Jokowi inginlah semua parpol pendukung dapat message yang sama, jadi semua dapat jatah yang sama,” tutur Hendri.

Disisi lain, Hendri melihat ada hal yang unik dilakukan Jokowi saat bertemu dengan petinggi-petinggi partai politik. Hendri berpandangan, jika bertemu dengan partai yang sudah berkoalisi lama, Jokowi tampak lebih santai. Cenderung ke arah informal.

Jokowi sempat melakukan pertemuan dengan beberapa partai baru atau diluar koalisinya saat ini. Sebut saja, PSI dan Perindo. Tak hanya itu, pertemuan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga tampak formal karena diselenggarakan di Istana Negara.

“Jokowi kalau dengan parpol pendukung lama PKB, Golkar, PPP, PDIP, Nasdem itu kalau ketemu informal begitu caranya beda dengan partai baru PSI dan lainnya. Tandanya masih ada jarak kalau lama tidak ada jarak,” tutup Hendri.

(kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *