Konsultan Cambridge Analytica Diduga Pengaruhi Pemilu Malaysia

Konsultan Cambridge Analytica Diduga Pengaruhi Pemilu Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak diminta menjelaskan keterlibatan konsultan politik dalam pemilu Malaysia (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Seorang anggota partai oposisi Malaysia, Parti Pribumi Bersatu Malaysia, meminta Perdana Menteri Najib Razak ‘menjelaskan jika dia menggunakan Cambridge Analytica untuk memanipulasi pemilih’ dalam pemilihan umum terakhir.
 
Dalam video yang secara rahasia direkam oleh Channel 4 Inggris, konsultan politik Inggris yang dituduh menggunakan data Facebook pribadi guna memanipulasi pemilihan Amerika Serikat berkata bahwa pihaknya telah “menggunakan sekumpulan perusahaan cangkang buat menyamarkan kegiatan mereka dalam pemilihan umum di Meksiko, Malaysia, dan Brasil, di antara berbagai negara di mana mereka telah bekerja untuk mempengaruhi hasil pemilu,” menurut AFP.
 
Wan Saiful Wan Jan, wakil ketua strategi dan kebijakan partai naungan Dr Mahathir Mohamad, mempertanyakan peran CA Political, sebuah perusahaan yang terkait dengan Cambridge Analytica, bermain dalam pemilu terakhir Malaysia.
 
“Perdana Menteri Najib Razak harus menjelaskan jika dia menggunakan Cambridge Analytica guna memanipulasi pemilih di GE13 dan apakah dia menggunakan teknik manipulasi yang tidak etis dalam GE14 mendatang,” katanya dalam sebuah pernyataan.
 
“Cambridge Analytica mengklaim di situs web mereka bahwa mereka membantu Najib memenangkan GE13,” cetusnya.
 
“Situs web CA Political, sebuah perusahaan yang berhubungan dengan Cambridge Analytica, mengatakan bahwa mereka ‘mendukung Barisan Nasional di negara bagian Kedah dengan kampanye pengiriman pesan yang menyoroti perbaikan sekolah sejak 2008’,” sambungnya seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 20 Maret 2018.
 
Anggota dewan tertinggi Bersatu Mukhriz Mahathir adalah wakil ketua Barisan Nasional untuk Kedah pada 2013. Dia kemudian menjadi menteri utama negara sebelum dipecat dan membantu membentuk partai oposisi.
 
“Apapun yang terjadi di Kedah di GE13, saya tidak dapat membayangkan operasi sebesar ini dijalankan dari tingkat negara bagian. Operasi seperti ini biasanya dijalankan dari pusat,” kata Wan Saiful, ketika ditanya apakah Mukhriz akan menjadi tersangka untuk penggunaan layanan Cambridge Analytica.
 
“Saya lebih khawatir tentang apa yang akan dilakukan Najib sekarang untuk GE14 daripada yang dilakukan negara Kedah di masa lalu. Itulah sebabnya penting bagi mereka untuk menjelaskan apakah mereka merencanakan hal yang sama untuk GE14,” bubuhnya.
 
Channel NewsAsia sudah minta tanggapan dari Mukhriz dan Barisan Nasional.
 
Tahun lalu, portal berita lokal Malay Mail Online melaporkan perusahaan induk Cambridge Analytica, SCL Group, menyangkal Barisan Nasional menggunakan layanan “big data” untuk pemilu ke-14 mendatang.

(FJR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *