KPU Jeneponto Gelar Rakor Pemutakhiran Badan Adhoc Pemilu 2019

RAKYATKU.COM,JENEPONTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) pemutakhiran badan adhoc jelang pemilihan umum tahun 2019 di Kafe Lino, jalan lingkar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Selasa (20/3/2018).

Rapat koordinasi ini dihadiri komisioner KPU Jeneponto, seluruh ketua, dan anggota PPK se-Kabupaten Jeneponto, dan staf KPU Jeneponto.

Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Alwi mengatakan beberapa hal yang harus dilakukan seorang penyelenggara, di antaranya coklit serentak dan pemuktahiran data yang baru saja selesai dilakukan.

Petugas Pemilu 2019 akan berganti nama menjadi petugas panitia pendaftaran pemilih. Namun, Ketua KPU Jeneponto Muhammad Alwi menyatakan, daerah yang mengikuti pilkada serentak tidak akan lagi melakukan perekrutan anggota Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih). 

“Jeneponto ini tidak akan melakukan perekrutan Pantarlih karena kita ikut pilkada serentak 2018. Jadi daerah yang melakukan pilkada serentak itu tidak akan digelar perekrutan Pantarlih,” jelas Muhammad Alwi.

Menurut Alwi, pada Pemilihan Umum 2019 nanti, tempat pemungutan suara (TPS) akan mengalami penambahan sekitar 80 persen. Sebelumnya untuk Pilkada Jeneponto dan gubernur Sulsel sebanyak 636 TPS. Nanti akan bertambah menjadi 1059 TPS. Setiap TPS diisi hingga 300 pemilih.

Koordinator Divisi Sosialisai SDM dan Parmas KPU Jeneponto, Samsuddin mengatakan keterbukaan seorang penyelenggara penting dilakukan demi menjaga independensi dan integritas sebagai seorang penyelenggara agar tercipta pilkada damai dan Pemilu 2019 di Kabupaten Jeneponto.

“Pengusulan sekretariat PPK di Pemilu 2019, beberapa anggota PPK menginginkan agar pengusulan sekretariat PPK tersebut benar-benar diperhatikan. Jangan lain yang diajukan lain pula yang di-SK-nya seperti pada pengusulan sekretariat di Pilkada serentak 2018,” jelas Samsuddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *