Lebih dari Separuh Warga AS Dukung Kebijakan Trump soal Korut

Sumber

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 20:51 WIB

Bagikan :  

Jakarta, CNN Indonesia — Seusai pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura, lebih dari separuh Amerika Serikat menyatakan dukungannya atas kebijakan Presiden Donald Trump terkait Korea Utara. Meski begitu, hanya seperempat di antaranya yang optimistis soal denuklirisasi Korut pasca pertemuan Trump-Kim Jong-un.

Deklarasi bersama seusai pertemuan Trump-Kim Jong-un di Singapura disebutkan bahwa pemimpin Korut itu berjanji untuk melucuti senjata nuklirnya. Sebaliknya Trump pun berkomitmen untuk menjamin keamanan Korea Utara.

Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Rabu (13/6), sebanyak 40 persen responden mengaku tidak percaya AS dan Korut akan menepati komitmen mereka.

Sebanyak 26 persen lainnya mengaku percaya bahwa Trump dan Kim Jong-un akan memenuhi komitmen mereka. Adapun 34 persen lainnya mengatakan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.

“Sebanyak 39 persen reponden percaya bahwa KTT Trump-Kim telah menurunkan ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara,” ungkap kantor berita Reuters. “Sebanyak 37 persen menyatakan mereka tidak percaya bahwa KTT membawa perubahan.”

Trump mengklaim telah melakukan kampanye “tekanan maksimum” untuk melawan Pyongyang untuk memaksa mereka menyerahkan senjata nuklirnya.

Trump memperketat sanksi internasional untuk lebih mengisolasi Korea Utara dan kemudian setuju untuk bertemu langsung dengan Kim Jong-un setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in meyakinkan Trump bahwa Korea Utara berkomitmen untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

Jajak pendapat yang digelar Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa Trump mendapatkan banyak dukungan dalam kebijakan luar negeri. Meski ada kritik dari para ahli nonproliferasi nuklir.

Partai Trump, Partai Republik jauh lebih antusias ketimbang Partai Domestik soal potensi manfaat KTT AS-Korut.

Lebih dari Separuh Warga AS Dukung Kebijakan Trump soal KorutFoto: REUTERS/Jonathan Ernst

Sekembalinya Trump dari Singapura ke Washington DC, Rabu (13/6), dia mendapat pujian sebagai presiden AS pertama yang mau duduk dengan

Trump yang kembali ke Washington DC, Rabu (13/6) pagi, dipuji pertemuannya dengan Kim. Sebagai presiden pertama AS yang duduk dengan seorang pemimpin Korea Utara. Trump dipandang berhasil menghapus ancaman nuklir Korea Utara.

Pertemuan Trump dan Kim Jong-un di Singapura yang tampak hangat bersahabat sangat kontras dengan retorika saling hina yang dilontarkan pada akhir tahun lalu. Sementara Pyongyang terus melakukan uji coba nuklirnya.

Dalam jajak pendapat, Trump mendapatkan suara sebesar 51 persen untuk penanganannya atas Korea Utara. Dia juga masuk dalam daftar pemimpin yang perlu diapresiasi untuk terciptanya KTT dan komitmen bersama. Sebanyak 40 persen menyatakan mantan pengembang real estate itu harus dipuji, disusul Presiden Korea Selatan Moon Jae-in 11 persen, terakhir Kim Jong-un dengan suara tujuh persen.

Mungkin Berdampak pada Pemilu

Trump telah berulang kali menggembar-gemborkan perannya dalam membawa Korea Utara yang tertutup ke meja perundingan, sebuah prestasi yang dia katakan tidak bisa dilakukan pendahulunya.

Meski begitu terlalu dini untuk mengetahui apakah terobosan diplomatik Trump akan membantu kandidat Partai Republik dalam pemilihan kongres pada November, ketika Partai Demokrat akan berusaha merebut kembali kendali Gedung Putih. Biasanya kebijakan luar negeri bukan masalah utama bagi pemilih jangka menengah.

“Terlalu dini untuk mengatakan apakah ada hal positif dari Trump dan Kim Jong-un tersebut,” kata ahli strategi Partai Republik Alice Stewart. “Ini adalah langkah yang bagus untuk melakukan percakapan tetapi belum berarti bahwa hal tersebut sukses membawa Partai Republik untuk dipilih dalam pemilu mendatang.”

Ron Bonjean, juga ahli strategi Partai Republik, mengatakan pemilih lebih mungkin dipengaruhi jika ada kemajuan yang serius dan terukur pada saat dekat-dekat pemilu.

[Gambas:Video CNN]

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara online dalam bahasa Inggris, pada 12-13 Juni di Amerika Serikat. Tanggapan atas hasil pertemuan Trump dan Kim Jong-un di Singapura itu dikumpulkan dari lebih dari 1.000 orang dewasa, termasuk lebih dari 400 Demokrat dan 400 Republikan.

(rgt/nat)

Bagikan :  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *