Mampukah RSK Prabowo – Sandi Menjawab Tantangan Era Digital?

Mampukah RSK Prabowo - Sandi Menjawab Tantangan Era Digital? - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – CEO Makna Informasi M Rahmat Yananda mengatakan, program Rumah Siap Kerja (RSK) yang diusung pasangan Prabowo-Sandi harus menjawab tantangan-tantangan terkini. Salah satu yang terbesar adalah ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

“RSK harus berperan sebagai ruang inovasi dan platform kolaborasi. Misalnya di tahap awal, RSK dapat membantu memetakan kebutuhan antara industri dan pekerja di era ekonomi digital,” terang Rahmat di Jakarta, Kamis (28/3).

Rahmat mengingatkan, RSK harus membantu sekolah berbasis vokasi diarahkan untuk melahirkan pengembang perangkat lunak. Selain itu, RSK perlu mendorong perusahaan rintisan lokal. Hal ini untuk mencegah terjadinya perpindahan tenaga ahli dan terampil lokal ke kota besar.

“Dengan rekam jejaknya sebagai pengusaha muda yang sukses, Sandiaga Uno akan mampu mengantisipasi tantangan tersebut,” sambungnya.

Sementara TIm Ahli Sandinomics, Alexander Yahya Datuk menyebut RSK membuka kesempatan bagi seluruh pihak untuk bekerja sama, termasuk dengan swasta. Kedepannya, RSK akan memiliki sejumlah fasilitas seperti pencarian lapangan kerja yang terintegerasi dengan banyak situs, baik pemerintah maupun swasta.

Selain itu, RSK juga menjadi ruang untuk pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat setta kondisi pasar saat ini.

“RSK siap menyediakan pelatihan khusus dan data keadaan kebutuhan kerja bagi kaum muda atau difabel yang ingin mencari kerja,” terang Alex.

Terkait gagasan tersebut, politikus Partai Gerindra, Nizar Zahro menyebut RSK sebagai bentuk kehadiran negara kepada rakyatnya. Ia berjanji, akan mengawal RSK, baik dari segi aturan dan pendanaan jika nantinya Prabowo-Sandi terpilih di Pilpres 2019. “Kami pasti akan mendukung dari segi aturan dan anggaran untuk terlaksana,” terang Nizar. (dil/jpnn)