Menang Pemilu, Putin Tak Lagi Nafsu 'Lomba' Senjata

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 03:24 WIB

Bagikan :  

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tak memiliki keinginan untuk berlomba menggunakan senjata dan akan menempuh berbagai cara lain untuk menyelesaikan perbedaan dengan negara lain.

Kemenangan Putin untuk kembali memimpin Rusia hingga 2024, datang pada saat hubungan Rusia dengan negara barat tengah tak bersahabat. Kemenangan Putin tersebut akan membuat pria berusia 65 tahun ini menjadi pemimpin terlama sejak diktator Sovier, Josef Stalin.

Hal ini turun membuat ketakutan pada negara-negara Barat akan konfrontasi negara yang akan dilakukan negara tersebut.

Namun, usai memenangkan Pemilu, Putin justru mengisyaratkan keinginannya untuk fokus menata urusan domestik, bukan internasional. Ia mengaku akan berusaha meningkatkan standar hidup rakyat Rusia dengan berinvestasi lebih banyak pada pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Hal ini akan dilakukan dengan mengurangi belanja pertahanan.



“Tidak ada yang berencana untuk mempercepat perlombaan senjata. Kami akan melakukan segalanya untuk mengatasi semua perbedaan dengan mitra kami, dengan menggunakan saluran politik dan diplomatik,” ujar Putin dikutip dari Reuters, Selasa (20/3).

Pernyataannya, kemungkinan akan ditanggapi secara skeptis oleh negara-negara Barat setelah bertahun-tahun berkonfrontasi. Pernyaaan Putin ini juga jauh berbeda dibanding pada masa kampanyenya yang menyerukan Rusia bakal meluncurkan senjata nuklir baru yang bisa menyerang hampir seluruh titik dunia.

Kanselir Jerman Angela Merkel berharap Putin sukses menyerukan lebih banyak dialog dalam hubungan antar negara.



Saat ini, Rusia tengah berselisih dengan negara-negara Barat mengenai Suriah dan Ukraina, tuduhan serangan cyber dan campur tangan dalam pemilihan asing, serta keracunan yang dialami bekas mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris. Akibatnya, hubungan Rusia dengan negara-negara Barat telah mencapai titik terendah pasca-Perang Dingin.

Komisi Pemilu Pusat (CEC) sebelumnya telah mengumumkan bahwa memenangkan 76,69 persen suara dalam Pemilu.

Dengan lebih dari 56 juta suara, ini adalah kemenangan terbesar Putin dan yang terbesar oleh pemimpin Rusia pasca Soviet. (agi)

Bagikan :  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *