Meski Ditolak, Parlemen Malaysia Tetap Ubah Peta Pemilu

Meski Ditolak, Parlemen Malaysia Tetap Ubah Peta Pemilu

Pedemo membawa spanduk menentang aturan baru pemilu Malaysia (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Parlemen Malaysia menyusun kembali peta pemilu dan diakui pada Rabu 28 Maret. Hal ini tetap diloloskan meskipun mengundang kecaman dari banyak pihak.
 
Kritik menguak di saat penyusunan kembali peta pemilu ini dianggap bisa membuat pemungutan suara dicurangi.  Upaya dari parlemen pun memicu protes besar dari kelompok Bersih.
 
Pihak oposisi yang berada di dalam parlemen pun menentang keras kebijakan baru ini. Amat mengherankan melihat kebijakan tersebut dilolos, di saat Pemilu Malaysia 2018 akan berlangsung dalam hitungan minggu.
 
Perdana Menteri Najib Razak akan berupaya keras untuk menjaga koalisi Barisan Nasional tetap berkuasa. Sementara pihak oposisi Pakatan Harapan akan menantang kekuasaan Najib dengan mantan PM Mahathir Mohamad menjadi sosok kunci.
 
Sementara ratusan pedemo bergerak menuju gedung parlemen saat aturan terbaru itu disahkan. Mereka membawa slogan-slogan anti pemerintahan.
 
Mahathir pun turut bergabung dalam protes ini. Dia menyebut tindakan Parlemen Malaysia sebagai upaya pencurian.
 

Mantan PM Mahathir Mohamad dalam protes Bersih (Foto: AFP).

Wan Azizah Wan Ismail, yang menjadi wakil pimpinan koalisi Pakatan Harapan menilai aturan baru ini sebagai tindakan penuh skandal.
 
“Saya yakin bahwa kemenangan dalam pemilu akan dicuri dari kami,” ujar istri dari Anwar Ibrahim, yang saat ini masih dipenjara, seperti dikutip AFP, Rabu 28 Maret 2018.
 
Meskipun mendapatkan perlawanan dari pihak oposisi dan dicurigai terlibat kasus korupsi 1MDB, Najib Razak diperkirakan akan memenangkan pemilu. Hal ini tak lepas dari kuatnya pengaruh BN dalam sistem pemerintah dan oposisi yang tidak sepenuhnya solid.
 
BN yang berkuasa di Malaysia sejak 1957, dalam tekanan untuk meraih hasil lebih baik setelah kalah suara popular pada 2013. Selain itu, kecurigaan banyaknya kasus korupsi dalam pemerintahan yang dikuasai Barisan Nasional saat ini membuat mereka harus berupaya lebih keras lagi.

(FJR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *