Netralitas TNI Dalam Pilkada dan Pemilu 2019, Danpusterad: Sudah Otomatis

JAKARTA – Hubungan yang baik dan harmonis antara TNI dengan rakyat, menjadi kekuatan yang bagus dan bisa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, semua komponen bangsa untuk bisa menjaga keutuhan negeri.

“Jika bangsa dan negara kacau, apapun profesi yang dilakoni tidak bisa nyaman. Kita lihat di Suriah, di negara-negara lain yang kacau. Bagaimana kita membuat TNI menjadi betul-betul seperti sekarang ini,” kata Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayjen Hartomo dalam sambutannya acara ‘Coffee Morning’ Danpusterad bersama insan pers di Mapusterad Jl. Setu Raya Cipayung, Jakarta Timur, Senin (26/3/2018).

Mantan Kabais TNI tersebut mengatakan, fungsi Pusterad yakni mengawasi anggota TNI yang ada di Kodam dan Koramil.

“Babinsa itu bisa membantu masyarakat. Keberadaan Babinsa TNI manunggal dengan rakyat itu diimplementasikan. Pusterad hanya membantu di bidang pengawasan di lapangan. Organisasi dan sebagainya di asisten perencanaan di Angkatan Darat,” ungkapnya.

Hartomo mengingatkan, bahwa terorisme saat ini ada basisnya di sekitar masyarakat. “Di sisi lain Babinsa juga obyeknya masyarakat. Harapan kita sekecil apapun terorisme itu bersembunyi, mudah-mudahan kesadaran semakin tinggi dan bisa melaporkan melalui Babinsa. Setelah itu kita laporkan. Kepada yang berwenang. Lalu nanti rekan-rekan kepolisian dan TNI bisa menindaklanjuti,” tegasnya.

Pencegahan bisa kita lakukan, rehabilitasi juga bisa dilakukan. Kewaspadaan ancaman itu dari dulu sudah kita sosialisasikan ke masyarakat kita. Tergantung ancaman apa yang akan terjadi. Kewajiban kita mengingatkan masyarakat kewaspadaan atas gerakan radikalisme. Pembagian peran dengan polisi sudah diatur.

PEMILU NETRAL

Disinggung soal netarlitas TNI dalam Pilkada dan Pemilu 2019, Danpusterad menegaskan kalau pihaknya akan tetap netral.

“Sudah dipastikan netralitas TNI. Netral adalah sebuah kewajiban. Tidak perlu lagi dihimbau-himnau, tidak perlu lagi ditentang-tentang lagi, tidak usah diingatkan lagi. Netralitas TNI itu sudah otomatis, sudah sejak lahir,” katanya.

Sebab katanya, ketika menjadi anggota TNI, maka memiliki kewajiban untuk netral.

“Pengawasan tentu. Pusterad kita lakukan pengawasan itu. Netralitas TNI bagian dari perintah. Kami dari Pusterad adalah mengawasi orang-orang di Satkowil, mulai dari Kodam, Korem, Kodim, sampai Babinsa. Kamilah yang membantu mengawasi melalui Aster. Mungkin ada anak-anak yang mungkin terpengaruh, segera kita ketahui. Tapi saya yakin kesadaran kita sudah cukup tinggi, sejak pendidikan pun sudah diajarkan,” ucapnya.

(rizal/sir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *