Para Tokoh Muhammadiyah Ini Dianggap Layak Masuk Kabinet Jokowi-Amin

Sumber

Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies (IPS) Alfarisi Thalib menilai, kabinet kerja jilid II yang akan dibentuk harus menjadi momentum bagi Presiden Joko Widodo membuat sejarah besar untuk diingat dan dikenang bangsa Indonesia.

Demi mewujudkan hal itu, presiden perlu mengangkat orang-orang yang tepat duduk sebagai menteri, dengan tidak hanya memerhatikan latar belakang partai politik dan profesi semata, tetapi juga kemampuan yang lebih mendasar.

“Saya kira yang utama dalam kabinet Jokowi itu tentang kapasitas, kapabilitas, kemampuan individu dalam mengelola pikiran dan visi presiden, dan dapat memberi teladan kepemimpinan,” ujar Alfarisi di Jakarta, Sabtu (12/10).

Baca Juga:

Selain itu, Alfarisi menilai calon menteri juga harus tokoh yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyat, peka dan sensitif terhadap penderitaan rakyat dan tidak menimbulkan kontroversi.

“Banyak di Muhammadiyah yang memenuhi kriteria-kriteria itu. Mereka sangat siap bekerja jika diberi amanah. Saya sepakat dengan Buya Syafi’i Ma’arif, Presiden Jokowi harus mempertimbangkan tiga kuota menteri untuk Muhammadiyah,” ucapnya.

Alfarisi kemudian menyebut sejumlah nama tokoh Muhammadiyah yang layak diangkat sebagai menteri.

Baca Juga:

Antara lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto.

“Sebagai representasi anak muda, saya kira Cak Nanto (Sunanto) sosok yang ikhlas dalam bekerja, memiliki banyak pengalaman kepemimpinan di level nasional, seperti di JPPR. Pengalaman ini membuktikan Cak Nanto sosok anak muda berpengaruh, cerdas, visioner dan memiliki kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni,” katanya.