Parlemen Malaysia Bahas RUU Berita Palsu Jelang Pemilu

AKURAT.CO, Malaysia membahas rancangan undang-undang (RUU) anti-berita palsu untuk mengatasi serangan hoax dari dalam dan luar negeri.

RUU Anti-Berita Palsu itu dibahas untuk mencegah merebaknya berita hoax. Oposisi khawatir RUU ini dapat digunakan untuk membungkam para pengkritik menjelang pemilu. “Saat teknologi semakin mendekat, penyebaran berita palsu menjadi kekhawatiran global dan lebih serius dalam mempengaruhi publik,” ungkap isi draf RUU tersebut, dikutip CNA.

“RUU itu berupaya menjaga publik dari penyebaran berita palsu serta memastikan hak kebebasan berbicara dan berpendapat sesuai Konstitusi Federal tetap dihormati,” papar draf tersebut.

Jika RUU itu disahkan, mereka yang dinyatakan bersalah membuat, menerbitkan atau menyebarkan berita palsu dapat menghadapi ancaman penjara 10 tahun atua denda hingga 500.000 ringgit Malaysia. Denda tambahan sekitar 3.000 ringgit Malaysia akan diberlakukan untuk setiap hari pelanggaran setelah vonis dibacakan pengadilan.

Contoh berita palsu dalam daftar RUU itu ialah memberi pidato di tempat publik dan menuduh seseorang menggunakan dana yang dikumpulkan untuk tujuan amal, padahal informasi itu salah. RUU juga menyatakan hukuman akan diterapkan pada individu siapa pun dan warga negara mana pun jika tempat dan waktu pelanggaran itu mempengaruhi warga Malaysia.

RUU ini membuat oposisi khawatir karena hukum baru itu dapat diterapkan pada mereka atau pada media massa menjelang pemilu.

Menteri kabinet Malaysia Wan Junaidi Tuanku Jaafar menjelaskan, RUU itu tidak menargetkan kelompok mana pun. “Ini tidak melawan oposisi. Ini melawan orang yang menyebarkan berita palsu dan berbohong serta menghina seseorang, mengakibatkan banyak ketidakbahagiaan dan luka,” kata dia.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituduh menggelapkan dana dari perusahaan investasi negara 1MDB. Najib menyangkal tuduhan itu. Dia menyatakan dana yang ada di rekening pribadinya berasal dari sumbangan politik keluarga kerajaan Saudi.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *