pmTsHjvii96GPjQAwi-agzZG4CB4ZbnTkjdLI4picFg

Pemerintah Targetkan Partisipasi Pemilih Luar Negeri Capai 50 Persen

Sumber

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menargetkan partisipasi pemilih luar negeri di pemilihan umum (Pemilu) 2019 mengalami peningkatan. Pada pesta demokrasi rakyat lima tahun lalu, angka partisipasi hanya sekitar 35 persen.

“Melihat Pemilu 2014, masih relatif rendah. Kami berharap ada peningkatan. Yang lalu 33 atau 35 persen. Setidaknya naik dari angka itu. Harapan ya kalau boleh 50 persen,” tutur Ketua Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri Tahun 2019, Wajid Fauzi, Selasa (17/4/2018).

Berkaca dari pemilu sebelumnya, terdapat sejumlah alasan mengapa animo Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri kurang. Seperti halnya di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana hanya 11 persen dari 420 ribu WNI yang di Kuala Lumpur, sedangkan untuk Pemilu Presiden itu sekitar 30 persen dari 420 ribu WNI.

Alasan pertama, warga cukup antusias mengikuti Pemilu, namun, mereka terkendala karena tidak mempunyai dokumen sebagai syarat untuk memilih. Hal ini, karena dokumen ditahan oleh pihak majikan.

Sementara itu, alasan kedua mengapa partisipasi WNI di Malaysia mengikuti Pemilu kurang, karena pesta demokrasi rakyat itu berlangsung sebanyak dua kali. Sewaktu, Pemilu Legislatif, calon legislatif yang maju kurang dikenal masyarakat.

Apabila WNI tidak mempunyai dokumen resmi, kata Wajid, dapat menunjukkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Nantinya, SPLP itu dapat ditunjukkan kepada Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN).

“WNI yang di luar negeri ini ada dua yang pertama kalau tidak ada paspornya dapat menggunakan SPLP. Dalam kesulitan apapun , kalau tidak punya paspor, bisa pakai SPLP. Dengan dokumen itu, mereka yang memiliki kendala bisa mendaftar ke PPLN,” kata dia.

Mengenai rendahnya partisipasi warga, menurut dia, melalui pencocokan dan penelitian (coklit), diharapkan dapat memastikan data pemilih benar. Sehingga, yang terdaftar sesuai data dan memastikan dapat berpartisipasi.

“Iya, itu Insya Allah begitu. Dengan coklit itu memastikan datanya benar. kalau benar maka dimungkinkan partisipasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2019 secara serentak pada tanggal 17 April hingga 17 Mei 2018, baik bagi pemilih di dalam negeri maupun di luar negeri.

Coklit serentak yang juga dilaksanakan di luar negeri pada 130 kantor perwakilan RI dengan data DP4LN sebanyak 2.049.708 pemilih, sedangkan data DPTLN PPWP pada Pemilu 2014 sebanyak 2.038.711 pemilih. Jumlah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) pada Pemilu 2019 sebanyak 536 orang.

Coklit serentak di luar negeri itu akan dilaksanakan oleh 1.200 pantarlih, dengan rincian 598 pantarlih TPSN 463 pantarlih Kotak Suara Keliling (KSK), dan 139 pantarlih Pos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home2/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:29 Stack trace: #0 /home2/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(567): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig() #2 {main} thrown in /home2/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 29