Pemilih Muda dan Pemula Dominasi Pemilu 2019

KOMISIONER KPU RI, Pramono Ubhaid Tantowi (kiri) memberikan paparan dalam agenda KPU Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kemarin.SATELITPOST/CR3

PURWOKERTO, SATELITPOST-Pemilih pemula dan pemilih muda diprediksi bakal mendominasi gelaran Pemilu di tahun 2019. Pemilih yang biasa disebut generasi Y dan Z tersebut mencapai 32 persen.

Tidak sekadar memilih, mereka juga harus aktif mencari informasi, baik itu terkait kandidat maupun tentang tahapan pemilu.

Pramono Ubhaid Tantowi
Komisioner KPU RI

Generasi yang sebagian besar sudah mengantongi hak pilih tersebut akan berperan besar dalam proses demokrasi dalam pemilu mendatang. Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU RI, Pramono Ubhaid Tantowi pada talkshow KPU Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kamis (22 /3).

Menurutnya, sebagai pemilih muda yang sudah sadar akan media dan arus informasi, gen Y dan Z harus menjadi pemilih yang cerdas. Pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan akan menjadi modal penting sebagai pemilih untuk menghasilkan proses demokrasi yang baik.

Ia berharap, pemilih muda dan pemilih pemula tidak pasif, melainkan berpartisipasi aktif dalam setiap prosesnya. “Tidak sekadar memilih, mereka juga harus aktif mencari informasi, baik itu terkait kandidat maupun tentang tahapan pemilu,” katanya.

Rektor UMP Syamsuhadi Irsyad dalam sambutannya juga mengatakan, akan menjadi bencana politik jika generasi milenial lebih banyak beraktifitas di media sosial. “Di media sosial masih banyak ditemukan informasi-informasi yang terkadang jauh dari fakta, hanya pencitraan,” katanya.

Menurutnya, acara sosialisasi yang digelar KPU dan bekerja sama dengan UMP tersebut merupakan pendidikan politik yang dinilai sangat penting. “Sebagai pemilih terlebih pemilih muda dan pemula, acara seperti ini bisa dijadikan bekal sebelum digelarnya pesta  demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pusat studi demokrasi dan kebijakan publik (PSDKP) UMP, Anjar Nugroho menekankan pentingnya peran mahasiswa dan generasi muda terhadap persoalan bangsa. Ia menilai, saat ini kepedulian generasi muda melemah. Padahal, memasuki tahun politik, mahasiswa menjadi target pasar suara oleh partai politik.

“Jumlah mahasiswa di Indonesia sekitar 4,8 juta, sedangkan di tingkat wilayah Jawa Tengah mencapai 296 357 swasta, 140 563 negeri. Jumlah yang signifikan secara kuantitatif,” katanya. (CR3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *