Prabowo – Sandi Unggul di Quick Count, tetapi Versi Lapitek UKRI

Sumber
Prabowo - Sandi Unggul di Quick Count, tetapi Versi Lapitek UKRI - JPNN.COM

jpnn.com, BANDUNG – Mayoritas lembaga survei yang menggelar hitung cepat atau quick count menempatkan duet Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Namun, ternyata ada lembaga yang mengaku menggelar quick count dan menghasilkan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno sebagai pemenangnya.

Institusi yang hitung cepatnya memenangkan Prabowo – Sandi itu adalah Lembaga Afiliasi Pengetahun Ilmu dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Berdasar quick count Lapitek UKRI, keunggulan duet bernomor urut 02 itu mencapai 63,2 persen.

Sebaliknya, quick count Lapitek UKRI menempatkan perolehan suara Jokowi – Ma’ruf di angka 36,8 persen. Menurut Rektor UKRI Dr Boyke Setiawan MM, hitung cepat lembaganya dilakukan oleh para akademisi tepercaya. Baca juga: Prabowo Bilang Sudah Menang 62 Persen, Real Count!


Rektor UKRI Dr Boyke Setiawan MM dalam jumpa pers hasil quick count Pilpres 2019 di Aula Soemitro Djojohadikoesoemo UKRI, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019). Foto:Asep Rahmat/pojokbandung

“Jadi bisa dipertanggungjawabkan dengan margin of error 2,19 persen dan tingkat kepercayaan 95,5 persen,” ucap Boyke saat konferensi pers di Aula Soemitro Djojohadikoesoemo UKRI, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung, Rabu (17/4).

Boyke menjelaskan, hitung cepat lembaganya melibatkan 2.260 relawan yang menanyai 10.252 responden di 700 tempat pemungutan suara (TPS) di 34 provinsi di Indonesia. “Kami meyakini relawan dan responden di lapangan bekerja sesuai standar lembaga survey dan sudah pasti hasilnya tepat,” sambung Boyke.

Karena itu Boyke meragukan berbagai hitung cepat lembaga survei yang menempatkan Jokowi – Ma’ruf sebagai Pemenang Pilpres 2019. ”Jangan bodohi masyarakat, berikan hasil sesuai realita di lapangan,” tegasnya.

Soal pendanaan quick count Lapitek UKRI, Boyke memastikannya bukan dari luar. Sebab, UKRI mengeluarkan dana hingga Rp 200 juta untuk membiayai quick count itu.