Presiden Peru mengundurkan diri karena terlibat kasus pembelian suara pemilu

Merdeka.com – Presiden Peru, Pedro Pablo Kuczynski, mengundurkan diri dari jabatannya setelah terlibat dalam skandal pembelian suara. Kuczynski mengambil keputusan ini lantaran dia tidak ingin menjadi penghambat pembangunan negara meski dirinya membantah telah melakukan kesalahan.

BERITA TERKAIT

Para pemimpin partai di Kongres menyetujui pengunduran diri Kuczynski meski presiden berusia 79 tahun itu seharusnya menghadapi sidang dakwaan di hadapan Kongres Peru terlebih dulu untuk menentukan nasibnya di kursi kepresidenan. Sidang tersebut sedianya dilakukan hari ini.

Sebelumnya, Kuczynski terselamatkan dari sidang dakwaan Kongres yang dilakukan terpisah pada Desember lalu.

Dia menyebut sidang itu berkaitan dengan upaya oposisi untuk menyingkirkannya, karena diduga menerima suap dari raksasa konstruksi asal Brasil, Odebrecht, yang memberikan dukungan besar padanya untuk meraih tampuk kekuasaan di Peru.

Kuczynski yang berhasil memenangi Pemilu Peru 2016 dengan selisih tipis, menuduh oposisi berusaha melakukan kudeta terhadapnya. Dalam sebuah pidato, Kuczynski mengatakan rekaman video skandal perundingan terkait telah diedit untuk memberatkan dirinya.

“Pihak oposisi telah mencoba untuk menggambarkan saya sebagai orang yang korup. Mereka juga telah berhasil mempengaruhi sekelompok orang tidak bersalah di sekitar saya, membuat mereka secara tidak adil terlibat dalam rencana menghancurkan pemerintah,” jelas Kuczynski, dikutip dari laman BBC, Kamis (22/3).

Meski mengklaim tidak bersalah, Kuczynski terpaksa harus meninggalkan kursi kepresidenan karena kian besar desakan yang mengintimidasi di sekelilingnya. Di satu sisi, skandal tersebut juga membuat dirinya mulai kehilangan banyak dukungan di tengah masyarakat Peru.

Kuczynski sebelumnya yakin akan mengalahkan suara kongres yang mendukung mosi pemecatannya. Adapun Odebrecht sebelumnya mengaku telah menghabiskan jutaan dolar untuk menyuap pejabat pemerintah di seluruh Amerika Latin, guna mendapat kontrak pekerjaan umum.

Mereka bahkan menyebut telah membayar USD 5 juta, atau sekitar Rp 68,7 miliar, kepada perusahaan-perusahaan yang terkait Kuczynski saat masih menjabat posisi menteri.

Kuczynski merupakan seorang mantan bankir Wall Street yang belajar di Universitas Oxford di Inggri. Dia berhasil memenangkan Pemilu 2016 dalam selisih suara yang tipis.

Setelah pengunduran Kuczynski disetujui di Kongres, maka Wakil Presiden pertama Martin Vizcarra pun ditunjuk untuk menjadi presiden menggantikan posisinya.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com [dan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *